Legislator : Bencana hidrometeorologi berdampak langsung pada petani

Legislator : Bencana Hidrometeorologi Berdampak Langsung pada Petani

Kecemasan atas Dampak Banjir di Demak

Dalam wawancara di Jakarta, Selasa, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengingatkan pemerintah agar tidak terlambat mengambil langkah penanganan akibat bencana hidrometeorologi. Ia menekankan bahwa keterlambatan dalam mengenali dampak banjir bisa memperburuk situasi petani yang kehilangan lahan pertanian mereka.

“Keterlambatan dan ketidakcermatan dalam mendiagnosa dampak banjir akan menyebabkan petani makin menderita,” ujar Alex.

Kerusakan Sawah yang Rumit

Alex menyebutkan bahwa banjir berulang di Demak, yang dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang akhir pekan lalu, telah merendam 671 hektare lahan persawahan. Selain itu, ribuan rumah hanyut dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Menurutnya, perbaikan sawah yang terkena bencana tidak bisa dianggap seperti proyek biasa, karena prosesnya lebih rumit.

“Artinya, rehabilitasi sawah ini akan membutuhkan waktu lebih panjang seiring teknis pengerjaan yang kompleks,” kata dia.

Progres Rehabilitasi yang Tidak Memuaskan

Sampai 28 Maret 2026, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) baru merehabilitasi 991 hektare dari total 42.702 hektare sawah yang menjadi sasaran di tiga provinsi terdampak. Angka ini mencakup 2,32 persen dari target, sementara 5.333 hektare sedang dalam proses penanganan.

“Artinya, baru 2,32 persen, sementara, yang dalam proses penanganan seluas 5.333 hektare,” katanya.

Rehabilitasi di Wilayah Terpilih

Menurut Alex, rehabilitasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menunjukkan hasil yang berbeda. Di Aceh, 42 hektare dari 31.464 hektare target berhasil diperbaiki. Sumatra Utara mencapai 170 hektare dari 7.336 hektare, sedangkan Sumatra Barat berhasil merehabilitasi 779 hektare dari 3.902 hektare.

Langkah Cepat untuk Memutus Tekanan Ekonomi

Dalam situasi global yang tidak stabil, perbaikan sawah terdampak banjir harus menjadi prioritas utama. Alex menyoroti bahwa lahan yang terendam bukan hanya menghilangkan hasil tanam, tetapi juga modal produksi, waktu kerja, dan peluang panen yang bergeser tanpa kepastian.

“Harus ada langkah cepat untuk mengatasi hal ini,” kata dia.

Keperluan Pemulihan Berkelanjutan

Legislator mengingatkan bahwa upaya pemulihan harus berfokus pada kemampuan lahan untuk kembali produktif selama musim tanam. Ia juga menyoroti distribusi bantuan benih dan sarana produksi serta efektivitas asuransi pertanian dalam mencegah tekanan harga yang meluas.

“Ketika sawah terendam yang hilang bukan hanya hasil tanam, tetapi juga modal produksi yang sudah dikeluarkan petani, waktu kerja yang tidak dapat dipulihkan dan peluang panen yang bergeser tanpa kepastian,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *