Mahasiswa UMI ciptakan prototipe mobil berbahan bakar hidrogen

Makassar – Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) ciptakan prototipe mobil berbahan bakar reaksi kimia air atau hidrogen yang ramah lingkungan di tengah ancaman krisis energi akibat gejolak di Timur Tengah. Prototipe mobil berbahan bakar hidrogen tersebut dibangun oleh lima mahasiswa UMI yang tergabung dalam Tim Petroline yakni Mutiara Dwi Puspitasari, Dimas Rosikhul Fikri, Andi Tenri Awaru, Kabri dari Jurusan Teknik Kimia, serta Khaeril Ahyar dari Teknik Mesin. “Jadi ini menggunakan bahan bakar dari reaksi kimia, berbasis hidrogen,” kata ketua Tim Petroline Teknik Kimia FTI UMI Mutiara Dwi Puspitasari dalam keterangannya di Makassar, Rabu.

Ia menjelaskan ada beberapa komponen yang dirakit dalam membangun prototipe mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan itu, mulai dari roda dan lantai mobil yang berbahan akrilik fiber glass, kemudian reaktor tabung berbahan stainless steel 304 yang dilapisi kain fiber glass tahan panas. Ada juga indikator pengukur tekanan gas, regulator tekanan, dan silinder yang terhubung ke roda penggerak serta beberapa komponen lainnya. Untuk menggerakkan prototipe mobil itu, kata dia, terdapat cairan kimia dilarutkan dalam tabung reaktor melalui corong yang telah dirakit sedemikian rupa.

Selang beberapa saat cairan kimia yang dilarutkan bereaksi, silinder penematik yang terhubung ke roda penggerak, pun berputar. Mutiara Dwi mengatakan tim melakukan penelitian reaksi kimia yang menghasilkan gas sejak Januari 2026. Setelah tiga kali melakukan percobaan reaksi kimia berbeda, lanjut dia, barulah timnya mendapatkan formulasi larutan yang ramah lingkungan.

Setelah mendapat cairan kimia yang ramah lingkungan itu, barulah prototipe mobil dibangun dan diujicobakan. Hasilnya, kata dia, gas ramah lingkungan yang dirakit dalam prototipe mobil itu dapat bergerak sempurna. Mobil dapat melaju sejauh 10 meter dengan hanya membutuhkan 50-100 miligram larutan kimia.

“Penelitian ini kami lakukan kurang lebih dari bulan Januari sampai bulan ini. Orang yang dilibatkan terdiri dari lima mahasiswa dan satu dosen pembimbing,” ujarnya. Dosen pembimbing Teknik Kimia FTI UMI Andi Rina Ayu Astuti mengatakan keunggulan utama penggunaan bahan bakar dari reaksi kimia hidrogen adalah ramah lingkungan.

Sebab hasil akhir dari reaksi kimia yang dikeluarkan hanya berupa oksigen dan air. “Salah satu kelebihannya, produk akhir yang dihasilkan dari prototipe mobil ini adalah oksigen. Itu juga kita butuhkan sehari-hari, kita hirup sebagai manusia,” kata Andi Rina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *