Main Agenda: BMKG imbau warga di Malut tidak beraktivitas di pesisir pantai
BMKG Sarankan Masyarakat Malut Waspada terhadap Ancaman Tsunami Pasca Gempa 7,6
Ternate, Maluku Utara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ternate, Maluku Utara, memberikan peringatan untuk masyarakat agar tidak beraktivitas di sepanjang garis pantai setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,6 yang berpotensi menyebabkan tsunami.
“Warga diimbau untuk tetap tenang, tidak terburu-buru, namun tetap siap-siap menghadapi situasi terburuk,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa, pada hari Kamis.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 07.48 WIT dengan magnitudo awal 7,6, kemudian diperbarui menjadi 7,3. Pusat gempa berada di titik koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, sekitar 127–129 kilometer ke arah tenggara Bitung, dengan kedalaman 18 hingga 62 kilometer.
Berdasarkan hasil analisis, gelombang tsunami bisa mencapai ketinggian 0,3 hingga 5 meter. Episenter gempa mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada pagi hari Kamis (2/4), memicu peringatan dini di beberapa daerah, termasuk Maluku Utara.
Status Wilayah dan Pemantauan Awal
Kota Ternate, Tidore Kepulauan, serta Halmahera berada dalam kondisi siaga. Laporan awal menunjukkan adanya kenaikan permukaan air laut atau gelombang kecil di Halmahera Barat dengan tinggi sekitar 30 sentimeter. Namun, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban yang tercatat.
BMKG mencatat terjadi setidaknya 15 gempa susulan setelah gempa utama, mengindikasikan aktivitas tektonik masih berlangsung. Aktivitas ini bisa memicu gempa lanjutan di wilayah tersebut.
Estimasi Waktu Tiba Gelombang Tsunami
Menurut BMKG, estimasi waktu sampai gelombang tsunami berbeda di berbagai lokasi. Di Ternate, gelombang diperkirakan tiba sekitar pukul 06.53 WIT, sedangkan di Halmahera pada 06.54 WIT dan Tidore sekitar 06.56 WIT. Wilayah Sulawesi Utara, seperti Bitung dan Minahasa, juga masuk dalam status siaga.
Langkah Penanganan dari BMKG
BMKG memberikan panduan berdasarkan tingkat ancaman. Wilayah siaga mengharuskan pemerintah daerah segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Di wilayah waspada, warga dianjurkan menjauhi tepi pantai serta sungai.
Kondisi di beberapa daerah di Maluku Utara, sampai berita ini diterbitkan pukul 08.24 WIT, tetap terkendali. Namun, masyarakat tetap diberi saran untuk tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan dan gelombang lanjutan.