New Policy: Pemprov upaya percepat penurunan emisi gas rumah kaca lewat RAD GRK
Pemprov Sulawesi Tengah Upayakan Pemangkasan Emisi Gas Rumah Kaca dengan RAD GRK
Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah bergerak cepat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK). Dalam acara konsultasi publik terkait dokumen tersebut, Sekretaris Daerah Sulteng Novalina menyampaikan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan serius yang perlu direspon oleh pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan pembangunan rendah karbon, menurutnya, adalah bagian dari upaya menyelaraskan tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Pembangunan rendah karbon bukan hanya program lingkungan, tapi arah pembangunan yang harus diwujudkan untuk menjaga keberlanjutan,” ujarnya.
Dalam rangka mencapai target penurunan emisi GRK, Sulteng berharap RAD GRK dapat menjadi panduan operasional lintas sektor. Dokumen ini diharapkan mengintegrasikan langkah-langkah konkret di bidang energi, kehutanan, penggunaan lahan, pertanian, ekosistem karbon biru, industri, serta pengelolaan limbah. Angka penurunan emisi yang ditargetkan pada 2024 adalah 24,93 persen, namun masih ketinggalan dari ambisi 27,3 persen. Untuk mengejar perbedaan ini, strategi akseleratif diperlukan.
Konsultasi publik RAD GRK dihadiri sekitar 60 peserta, terdiri dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil. Novalina menekankan bahwa partisipasi berbagai pemangku kepentingan vital untuk menyempurnakan dokumen agar lebih mudah diimplementasikan. Kualitas perencanaan dan konsistensi pelaksanaan, menurutnya, menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan mitra internasional.
“Kepercayaan mitra pembangunan sangat bergantung pada kualitas dokumen dan konsistensi implementasi yang kita lakukan,” tambahnya.
Sebagai acuan strategis, RAD GRK diharapkan bisa mempercepat pencapaian tujuan emisi yang lebih rendah. Dukungan pendanaan melalui skema REDD+ Result Based Payment (RBP) juga akan dijalankan berdasarkan dokumen ini. Langkah ini menunjukkan komitmen Sulteng dalam menghadapi perubahan iklim secara proaktif.