New Policy: Studi baru bantu telusuri cara mikroplastik bergerak di “atap dunia”
Studi Baru Bantu Telusuri Cara Mikroplastik Bergerak di “Atap Dunia”
Hasil Penelitian Memberikan Penjelasan Tentang Polusi Plastik di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Lanzhou – Penelitian terbaru oleh tim ilmuwan Tiongkok memberikan wawasan baru tentang pergerakan mikroplastik di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, yang disebut sebagai “Menara Air Asia.” Menurut Northwest Institute of Eco-Environment and Resources (NIEER), yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS), studi ini membantu masyarakat memahami lebih dalam dinamika mikroplastik dalam atmosfer serta cara deposisi basahnya di Pegunungan Qilian, di bagian timur laut dataran tinggi tersebut.
Dataran Tinggi Qinghai-Tibet selama ini dianggap sebagai wilayah yang terpencil dan minim terpapar polutan manusia, berkat kondisi iklim dingin dan letaknya yang tinggi. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik dapat mencapai daerah ini melalui transportasi udara jarak jauh. Peneliti Zhang Yulan menekankan bahwa memahami distribusi mikroplastik, mekanisme deposisi, serta faktor pendorongnya di daerah dataran tinggi lebih penting daripada di wilayah perkotaan.
Tim peneliti NIEER mengambil sampel atmosfer secara sistematis di Pegunungan Qilian. Mereka menganalisis ukuran, jenis polimer, dan parameter morfologis partikel mikroplastik, serta dinamika penyebaran mikroplastik yang terapung. Hasil menunjukkan jumlah mikroplastik di wilayah ini lebih rendah dibandingkan daerah dengan padat penduduk.
Mikroplastik yang ditemukan terutama berbentuk fragmen, lebih dari 70 persen dari total sampel, menurut laporan studi. Mikroplastik yang terapung memiliki variasi ukuran lebih luas dan tingkat fragmentasi lebih tinggi, mengindikasikan bahwa partikel ini telah melewati proses transportasi udara dan penuaan yang lebih lama.
“Studi kami menyediakan bukti ilmiah penting untuk mengungkap cara mikroplastik bergerak dan mengendap di atmosfer di area dataran tinggi,” kata Zhang Yulan.
Temuan ini juga mendukung pengembangan model siklus mikroplastik global, serta memberikan dasar untuk mengevaluasi risiko lingkungan di kriosfer terpencil secara lebih teliti. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam menyusun kebijakan pencegahan polusi plastik. Penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal Journal of Environmental Sciences.