Official Announcement: Ratusan rumah di empat desa di Kudus rusak diterjang angin kencang

Angin Kencang Menghancurkan Ratusan Rumah di Empat Desa Kudus

Di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin sore, kejadian angin kencang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa 221 unit rumah terkena dampak, tersebar di empat desa, yaitu Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru, dan Medini.

“Data sementara menunjukkan ada 221 rumah warga yang rusak di empat desa, yakni Desa Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru, dan Medini yang terdampak angin kencang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, di Kudus, Senin.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, wilayah tersebut mengalami hujan ringan yang disertai angin. Namun, sekitar pukul 15.35 WIB, intensitas hujan meningkat menjadi deras, diiringi angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang serta merusak atap dan genteng rumah warga, baik yang parah maupun ringan.

Dua bangunan juga dilaporkan roboh di Desa Terangmas. Salah satunya adalah rumah milik warga bernama Seketi yang hancur total. Korban dari kejadian tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Undaan untuk perawatan medis. Sementara itu, bangunan lainnya berupa gudang tratak di desa yang sama roboh, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Setelah angin kencang, kondisi cuaca masih berupa hujan ringan hingga sedang. BPBD mencatat, perbaikan atap rumah warga membutuhkan sekitar 14.400 genteng. Selain itu, pohon tumbang terjadi di Desa Glagahwaru dan Medini, tepatnya di Jalan Kudus–Purwodadi Gang 14 serta Jalan Kampung Gang 15.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan di lokasi. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen, koordinasi dengan dinas terkait, dokumentasi, dan pelaporan kepada pimpinan. Tim yang terlibat mencakup Camat Undaan, BPBD Kabupaten Kudus, TRC BPBD, aparat kecamatan dan desa, serta relawan seperti Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Undaan, Desa Tangguh Bencana (Destana), dan Undaan Rescue.

BPBD juga mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik pangan dan material untuk mendukung warga terdampak. Nilai kerugian masih dalam proses perhitungan, dengan laporan sementara karena asesmen belum selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *