Solution For: Gunung Dukono kembali erupsi lontarkan abu vulkanik 1.400 meter

Gunung Dukono Kembali Aktif, Lontarkan Abu Vulkanik hingga 1.400 Meter

Ternate – Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mencatat kembali aktivitas erupsi Gunung Dukono. Dalam laporan terbaru, abu vulkanik teramati mencapai ketinggian 1.400 meter di atas puncak gunung. Petugas PGA, Bambang Sugiono, mengatakan bahwa kenaikan aktivitas vulkanik ini memerlukan kewaspadaan dari masyarakat sekitar.

Detik-detik Erupsi Terjadi

Erupsi terjadi sekitar pukul 11.08 WIT, dengan kolom abu vulkanik yang membentuk awan putih hingga kelabu. Intensitas abu tergolong tebal dan bergerak ke arah barat daya, sesuai dengan arah angin yang dominan saat itu. Dalam pernyataannya, Bambang menegaskan bahwa erupsi tersebut mencapai ketinggian 1.400 meter, berdasarkan pengamatan visual dan data dari alat seismograf.

“Erupsi tadi terjadi sekitar pukul 11.08 WIT dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 1.400 meter di atas puncak gunung,” ujar Bambang Sugiono dalam keterangan yang diterima di Ternate.

Berdasarkan catatan seismograf, letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 27 mm dan durasi sekitar 55,07 detik. Fakta ini menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Dukono masih intens dan periodik. Saat ini, gunung berapi tersebut berada dalam Status Level II atau Waspada, yang menandakan keadaan lebih aktif dari biasanya.

Peringatan dan Imbauan untuk Masyarakat

PGA Dukono memberikan rekomendasi penting bagi warga dan pengunjung. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono dinyatakan fluktuatif, sehingga letusan bisa terjadi kapan saja dengan arah abu yang tidak menentu.

“Karena letusan abu vulkanik bersifat periodik dan sebarannya mengikuti arah angin, maka area penyebaran abu bisa berubah-ubah,” jelas Bambang Sugiono.

Kondisi di sekitar Gunung Dukono tetap dipantau secara intens oleh petugas. Pemerintah setempat bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga. Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Masyarakat yang beraktivitas di area terdampak disarankan menggunakan masker atau penutup wajah untuk mengurangi risiko.

Erupsi Gunung Dukono menegaskan bahwa ancaman dari material vulkanik masih signifikan. Warga diminta tetap tenang tetapi waspada, serta mengikuti instruksi resmi dari otoritas setempat untuk mencegah risiko yang mungkin terjadi. Status Level II mencerminkan tingkat kehati-hatian yang tinggi terhadap perubahan dinamika vulkanik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *