Solving Problems: Pemkot Kediri maksimalkan pengelolaan sampah di TPS 3R
Pemkot Kediri mengintensifkan pengelolaan sampah melalui TPS 3R
Dalam upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Kediri, Pemerintah Kota (Pemkot) telah mengoptimalkan pengelolaan limbah di delapan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R. Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, melalui Kepala Dinas Indun Munawaroh, mengatakan bahwa seluruh sampah sudah dialihkan ke truk pengangkut dan diproses di TPS 3R.
Manfaat TPS 3R dalam pengurangan sampah
Kota Kediri memiliki sembilan lokasi TPS 3R, yang kondisinya dinilai cukup memadai untuk meminimalkan sampah yang masuk ke TPA. Indun menjelaskan bahwa sekitar 150 ton sampah rumah tangga dikumpulkan setiap hari. Sampah tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu organik dan anorganik. Organik diolah menjadi kompos, sedangkan residu seperti plastik dan kertas bisa diproses ulang.
“Sampah organik bisa dibuat kompos, sementara residu lebih tahan lama. Yang bau adalah sampah organik,” ujar Indun.
Proses pengelolaan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengurangan limbah sekaligus memperkuat ekosistem daerah. Selain itu, Pemkot juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tepi jalan.
Masalah kompensasi yang sempat menghambat operasional
Beberapa waktu lalu, TPA Klotok Kota Kediri sempat diblokade warga karena adanya perdebatan terkait kompensasi. Masyarakat meminta Rp2 juta per KK sebagai ganti dampak negatif dari pengoperasionalan TPA. Akibatnya, layanan pengangkutan sampah terhambat selama enam hari. Petugas tidak bisa masuk ke lokasi TPA karena jalan tertutup.
“Kami sudah memberikan kompensasi berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008, Pasal 25. Masalah ini sedang dikaji lebih lanjut,” kata Indun.
Indun menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang terjadi dan berkomitmen untuk terus berkomunikasi dengan masyarakat. Pemkot mengajak warga untuk memanfaatkan TPS terdekat dan mengurangi sampah rumah tangga secara aktif.