Special Plan: BMKG: Waspadai potensi hujan di pegunungan yang bisa sebabkan longsor

BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Wilayah Pegunungan yang Berisiko Longsor

Di Medan, BMKG memberikan peringatan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan yang mengguyur daerah pegunungan Sumatera Utara pada hari Minggu (12/4). Fenomena ini berpotensi memicu longsoran di area rawan. Prakirawan BMKG Wilayah I, Utami Al Khairiyah, mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang bisa mengakibatkan bencana hidrometeorologi.

“Waspadai hujan dengan intensitas sedang di wilayah pegunungan, Kepulauan Nias, lereng barat dan timur Sumatera Utara yang bisa berujung pada longsor,” ujarnya.

Dalam prakiraan cuaca untuk pagi hari, BMKG menyebut kondisi di Sumatera Utara akan berawan dengan kemungkinan hujan ringan di beberapa wilayah, antara lain Sibolga, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, serta Nias dan daerah sekitarnya. Siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diprediksi mengguyur hampir seluruh area. Intensitas hujan lebih tinggi di Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Nias, dan Padang Lawas.

Pada malam hari, hujan ringan hingga sedang masih terjadi di sejumlah wilayah. Samosir, Labuhanbatu Utara, Langkat, Dairi, Humbang Hasundutan, dan Toba juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang. Di dini hari, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Nias Selatan mungkin mengalami hujan ringan.

Suhu udara berkisar antara 15 hingga 33 derajat Celcius, kelembapan mencapai 70 hingga 99 persen, dan angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3 hingga 10 km per jam. BMKG menekankan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan memerlukan kewaspadaan tambahan terhadap hujan yang semakin lebat, yang mungkin disertai petir dan angin kencang.

Karena perubahan cuaca bisa terjadi secara mendadak, BMKG menyarankan masyarakat untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, serta situasi cuaca ekstrem melalui kanal resmi BMKG. Persiapan dan pemantauan terus-menerus diperlukan guna mengurangi risiko bencana di daerah rawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *