Special Plan: Pakar Unsoed ingatkan dampak El Nino terhadap produksi pangan

Pakar Unsoed ingatkan dampak El Nino terhadap produksi pangan

Purwokerto – Prof Totok Agung Dwi Haryanto, dosen bidang pertanian di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, memperingatkan risiko penurunan hasil pertanian akibat dampak El Nino. Ia menyatakan fenomena iklim ini berpotensi memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan suhu di luar rentang normal, yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman pangan serta hortikultura.

“El Nino akan memperpanjang masa kering, sehingga memengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman,” ujarnya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Menurut Prof Totok, hambatan pada sektor pertanian utamanya berasal dari dua penyebab: kekurangan air dan suhu udara yang lebih tinggi. Kedua faktor ini dapat menyebabkan tekanan pada tanaman, mengurangi pertumbuhan, hingga memicu gagal panen.

Saat ini, curah hujan di Jawa Tengah masih dalam level yang memadai, sehingga tanda-tanda kemarau belum terasa jelas. Meski demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi musim kemarau akan datang lebih awal.

“Dibutuhkan prediksi yang tepat mengenai kapan kekeringan mulai terjadi, agar para petani bisa menyesuaikan kegiatan pertanian,” kata Prof Totok.

Untuk menghadapi situasi tersebut, ia menyarankan petani mempercepat siklus tanam agar tanaman bisa tumbuh optimal sebelum musim kemarau puncak. “Pembibitan bisa dilakukan lebih awal, bahkan sebelum panen musim pertama, sehingga lahan bisa langsung ditanami kembali,” ujarnya.

Prof Totok juga menekankan pentingnya penggunaan sumber air alternatif seperti sumur dan pompa air. Ia menambahkan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, menjadi faktor kritis untuk mendukung operasional alat pertanian.

“Diperlukan kebijakan pemerintah yang memudahkan akses BBM dengan harga terjangkau, seperti subsidi atau distribusi khusus ke daerah pertanian,” katanya.

Dalam hal pengelolaan irigasi, ia mengingatkan perbaikan saluran air sebaiknya ditunda selama musim kemarau, kecuali dalam kondisi darurat. “Jika tidak mendesak, perbaikan irigasi bisa mengganggu pasokan air ke lahan pertanian,” ujar pakar tersebut.

Dengan langkah antisipatif ini, Prof Totok optimis dampak El Nino bisa diminimalkan, sehingga target produksi pangan nasional tetap tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *