Tim Penanganan Karhutla di Natuna dibagi jadi beberapa wilayah
Tim Penanganan Karhutla di Natuna Dibagi ke Zona-Zona Kerja
Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, telah membagi tugas tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ke beberapa zona kerja. Tindakan ini bertujuan mempercepat upaya pemadaman api di wilayah perbatasan. Raja Darmika, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, mengonfirmasi hal tersebut dari Bintan, Senin. Menurutnya, pembagian ini utamanya berfokus pada operasi darat, sehingga proses penanggulangan bencana dapat lebih terarah dan optimal.
Struktur dan Fungsi Tim Penanganan
Wilayah kerja baru tersebut mencakup Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Utara, Bunguran Tengah, serta Bunguran Selatan. Di setiap zona, telah ditentukan personel dan peran instansi yang terlibat, mulai dari unit pemerintahan daerah hingga lembaga vertikal seperti TNI dan Polri. Sebelumnya, pemerintah daerah juga menetapkan pembentukan posko darurat melalui Surat Keputusan Bupati yang dikeluarkan pada 2 April 2026. Dalam dokumen itu, dijelaskan tugas dan struktur komando untuk masing-masing pos.
“Kami telah membagi zona kerja untuk operasi pemadaman di darat. Pos lapangan aktif di Batubi, Bunguran Timur Laut, Tekuk Buton, Bunguran Tengah, dan Bunguran Selatan,” tutur Raja Darmika.
Situasi Karhutla Terkini
Dalam beberapa minggu terakhir, Natuna mengalami serangkaian bencana karhutla akibat kondisi hutan dan lahan yang sangat kering. Kekeringan ini terjadi karena minimnya curah hujan sejak Maret 2026. Kebakaran telah menghanguskan ratusan hektare area hutan dan lahan, mendorong pemangku kepentingan untuk mengaktifkan Satgas Karhutla. “Saat ini masih ada titik api di wilayah Sedarat Baru–Seminter,” imbuhnya.
Penanganan karhutla memerlukan kerja sama yang selaras antara berbagai pihak, termasuk instansi vertikal, pemerintah daerah, provinsi, pusat, dan masyarakat. Koordinasi dengan TNI dan Polri telah berjalan baik, baik dalam pengiriman tenaga maupun alat pendukung. Sementara itu, BNPB memberikan bantuan melalui pesawat dan helikopter untuk operasi pemadaman dari udara, seperti water bombing, modifikasi cuaca, serta pemantauan titik api.
Harapan untuk Penanganan Lebih Efektif
Raja Darmika berharap upaya penanggulangan dapat segera mengurangi dampak karhutla. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengatasi bencana tersebut. “Peralatan udara dari BNPB sangat efektif untuk memadamkan api yang sulit dijangkau dari darat,” jelasnya.