Topics Covered: Menteri LH: Tingkat pengelolaan sampah 26 persen, naik dibanding 2024
Menteri Lingkungan Hidup Laporkan Peningkatan 26 Persen dalam Pengelolaan Sampah Nasional
Jakarta, Senin – Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa tingkat pengelolaan sampah di Indonesia mencapai 26 persen, angka yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini berkat upaya daerah dalam mengurangi pembuangan sampah terbuka.
“Menurut data yang diungkapkan, tingkat pengelolaan sampah nasional mencapai 26 persen, dengan peningkatan sebesar 16 persen dibandingkan tahun 2024. Penyumbang utama peningkatan ini adalah upaya serius pemerintah daerah dalam mengakhiri praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di sejumlah Tempat Penyimpanan Akhir (TPA),” ujar Hanif.
Pada penjelasannya, Hanif menyebutkan bahwa berdasarkan data dari KLH/BPLH, total sampah yang dihasilkan sehari-hari mencapai 141.926 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37.001 ton telah terkelola, dengan sebagian besar masuk ke TPA landfill (15.189 ton) dan sektor informal (9.450 ton). Sisanya dikelola melalui metode seperti fasilitasi kompos, TPS 3R, serta bank sampah.
Menurut Hanif, jika TPA open dumping bisa dihentikan dan fasilitas recovery untuk sampah diperluas, maka target pengelolaan sampah harian diperkirakan akan mencapai 44 ribu ton. Dengan capaian ini, pihatnya berharap bisa mencapai target pengelolaan sampah sebesar 57,75 persen untuk 2026. Namun, menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), target tahun ini sebesar 63,4 persen.
Untuk mengatasi perbedaan antara target dan pencapaian saat ini, Hanif menyatakan akan mengintensifkan penertiban TPA ilegal, khususnya di kota besar.