Special Plan: Ada Angin Segar Buat Industri Multifinance
Ada Angin Segar Buat Industri Multifinance
Pertumbuhan sektor otomotif di bulan kedua tahun ini memberikan dampak positif pada industri multifinance dan asuransi. Diketahui, penjualan mobil nasional pada Februari 2025 mencapai 72.295 unit, naik 16,73% dibandingkan Januari 2025 yang mencatatkan 61.932 unit. Dibandingkan dengan penjualan Februari 2024, angka tersebut meningkat 2,15% atau sekitar 1.523 unit.
Kredit Otomotif: Sumber Pendapatan Utama
Pembiayaan mobil baru merupakan sumber pendapatan utama dalam industri multifinance. Pada Februari 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat baru mencapai Rp143,28 triliun, dengan persentase kontribusi sebesar 26,47% dari total penyaluran multifinance. Sementara itu, pembiayaan kendaraan bekas berkontribusi sebesar Rp88,36 triliun atau 16,32%.
“Pembiayaan otomotif tetap menjadi komponen penting dalam aktivitas multifinance, termasuk skema pembiayaan mobil bekas yang menawarkan akses yang lebih mudah bagi masyarakat,” terang Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK dalam keterangan terulis, dikutip Senin (13/4/2026).
Berkembangnya penjualan mobil baru sekaligus mendorong peningkatan permintaan asuransi kendaraan untuk mengurangi risiko kerusakan dan kecelakaan. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, menuturkan bahwa pendapatan premi asuransi kendaraan pada Februari 2026 mencapai Rp4,10 triliun, tumbuh 9,97% tahun ke tahun (yoy), sementara nilai klaim naik menjadi Rp1,40 triliun atau 9,89% yoy.
“Kondisi ini membuktikan bahwa bisnis asuransi kendaraan masih memiliki peluang tumbuh yang signifikan, terutama seiring pemulihan sektor otomotif. Ogi menambahkan bahwa perusahaan asuransi perlu meningkatkan strategi distribusi, seperti memperkuat kanal digital, mempererat kerja sama dengan pembiayaan, serta mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen, dengan tetap memperhatikan aspek underwriting dan efisiensi klaim,” jelas Ogi dalam keterangan terpisah.
Pertumbuhan penjualan mobil, khususnya melalui skema pembiayaan, menunjukkan kebutuhan perlindungan asuransi yang meningkat. “OJK memandang kinerja lini ini masih punya ruang untuk berkembang, selama daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi tetap dijaga agar pertumbuhan bisa berjalan sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.