Bulan Bergerak Menjauh dari Bumi – Manusia Rasakan Dampaknya
Bulan Bergerak Menjauh, Pengaruhnya Terasa di Bumi
Jarak antara Bumi dan Bulan secara perlahan membesar, menurut data pengamatan terbaru. Perubahan ini memengaruhi penglihatan manusia terhadap fenomena alam. Penyebabnya diungkap melalui teknik pengukuran menggunakan reflektor yang dipasang di permukaan Bulan.
Misalnya Apollo 1960 dan Pengukuran
Reflektor di Bulan ditempatkan selama misi Apollo 1960 untuk memantau jarak Bumi-Bulan. Data dihimpun melalui eksperimen sinar laser bulan, yaitu Lunar Laser Ranging Experiment. Teknik ini mengukur durasi pantulan cahaya dari reflektor, membantu menghitung pergeseran jarak. Hasil menunjukkan kecepatan perpindahan sekitar 3,8 cm per tahun.
Fenomena Gerhana dan Prediksi Ilmuwan
Bulan yang semakin menjauh berdampak pada kejadian Gerhana Matahari Total. Menurut IFL Science, fenomena ini akan terlihat lebih sulit di masa depan. Penyebabnya adalah perubahan ukuran Bulan, yang kini lebih kecil dibandingkan dahulu. Dulu, diameter Bulan dan Matahari sama, sehingga Gerhana Matahari Total terlihat sempurna. Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, memperkirakan bahwa Gerhana Matahari Total akan menjadi fenomena akhir pada 600 juta tahun mendatang.
“Seiring waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” kata Vondrak pada tahun 2017.
Perbandingan ukuran Matahari dan Bulan juga memainkan peran. Jarak Matahari dari Bumi mencapai 400 kali lebih jauh dari Bulan. Meski demikian, diameter Matahari sekitar 400 kali lebih besar dari Bulan. Dulu, ukuran Bulan lebih besar 4 miliar tahun lalu, sehingga saat itu Gerhana Matahari Total lebih jelas. Kini, Bulan lebih kecil, dan perlahan akan terus mengalami penyusutan ukuran.