Main Agenda: Senang Nego AS-Iran Gagal, Israel ‘Doakan’ Gencatan Batal Kapan Saja

Senang Nego AS-Iran Gagal, Israel ‘Doakan’ Gencatan Batal Kapan Saja

Israel dilaporkan merasa gembira dengan kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu. Menurut laporan ABC News, negara tersebut bahkan mulai menyiapkan operasi militer untuk menyerang Iran kembali, terutama setelah negosiasi tidak berhasil mencapai kesepakatan. Di hari berikutnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinan bahwa kesepakatan gencatan senjata bisa hancur dalam waktu singkat, sebagaimana diungkapkan dalam rapat kabinet Senin (13/4).

Kesiapan Militer dan Dukungan Blokade

Netanyahu juga mengungkapkan dukungan Tel Aviv terhadap rencana blokade pelabuhan Iran yang dijadwalkan mulai berlaku pada pukul 14.00 GMT, Senin. Dalam wawancara dengan Anadolu Agency, ia menyebut bahwa ulasan dengan Wakil Presiden J.D. Vance menekankan fokus utama pada penghapusan seluruh material uranium terkaya serta pembatasan aktivitas pengayaan. “Kami berhenti serangan, sementara Iran segera membuka akses,” tegas Netanyahu, namun ia menuduh bahwa pihak Iran tidak memenuhi komitmen tersebut.

“Saya berbicara kemarin dengan Wakil Presiden J.D. Vance. Ia menegaskan bahwa isu utama adalah penghapusan seluruh material yang telah diperkaya serta memastikan tidak ada lagi aktivitas pengayaan,”

Presiden Donald Trump mendadak menyepakati gencatan senjata dua minggu dengan Iran pada Rabu (8/4), yang mengejutkan Israel. Beberapa jam sebelum pengumuman, Trump masih mengeluarkan ancaman terhadap Teheran. Selama ini, Israel berupaya keras untuk memperpanjang konflik dengan Iran, bahkan setelah kesepakatan diumumkan. Menurut Al Jazeera, ada upaya intensif di belakang layar untuk memengaruhi AS agar membatalkan gencatan senjata.

Saat ini, Israel tetap melanjutkan serangan terhadap Lebanon guna menargetkan milisi Hizbullah, sekutu Iran. Padahal, Iran dan Pakistan, sebagai mediator, sudah menegaskan bahwa wilayah Lebanon termasuk dalam syarat negosiasi untuk melanjutkan perundingan. Kegagalan itu semakin memperkuat ambisi Israel untuk terus berperang melawan Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *