Key Issue: ESDM ingatkan masyarakat akan potensi bahaya Gunung Lokon di Tomohon
ESDM Ingatkan Masyarakat akan Potensi Bahaya Gunung Lokon di Tomohon
Manado, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan kepada warga Kota Tomohon, Sulawesi Utara, mengenai risiko yang mungkin terjadi di Gunung Lokon. Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa ancaman utama saat ini adalah kemungkinan pelepasan gas beracun dari kawah atau erupsi freatik yang bisa terjadi tiba-tiba.
“Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba tiba,” ujar Lana Saria dalam laporan kegiatan Gunung Lokon yang diterima di Manado, Sabtu.
Seismik dan Aktivitas Visual
Dalam laporan periode 16-31 Maret 2026, disebutkan bahwa warga sekitar alur sungai yang bermula dari puncak Gunung Lokon perlu waspada terhadap lahar yang mungkin muncul saat musim hujan atau hujan deras di puncak berlangsung lama. Selama periode tersebut, tercatat sejumlah gempa, termasuk 42 gempa embusan, 43 gempa vulkanik dangkal, dan 7 gempa vulkanik dalam.
Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan peningkatan signifikan. Secara visual, teramati embusan asap tipis berwarna putih dengan ketinggian maksimal sekitar 25 meter di atas kawah. Gempa vulkanik dangkal (VB) mendominasi, sementara gempa vulkanik dalam (VA) jarang tercatat.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Berdasarkan evaluasi menyeluruh hingga 31 Maret 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon berada pada Level II (Waspada). Rekomendasi yang diberikan mencakup larangan aktivitas di area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan. Jika terjadi letusan dan hujan abu, warga diimbau tetap berada di dalam rumah. Jika harus berada di luar, disarankan menggunakan pelindung untuk hidung, mulut, dan mata.
Menurut laporan, masyarakat juga perlu memantau risiko lahar di sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon, terutama saat musim hujan. Kepatuhan terhadap peringatan dan langkah pencegahan diharapkan untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.