Topics Covered: Perang Timur Tengah Memanas, NATO Respons Blokade Hormuz AS
Perang Timur Tengah Memanas, NATO Respons Blokade Hormuz AS
Konflik antara Washington dan Teheran yang telah berlangsung selama enam minggu memicu reaksi dari aliansi NATO. Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana blokade pelabuhan Iran, namun pihak-pihak dalam aliansi tersebut menolak untuk terlibat dalam tindakan tersebut. Rencana ini berpotensi memperuncing ketegangan di dalam NATO.
Reaksi Eropa Menentang Blokade
Sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, menyatakan penolakan terhadap blokade. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengungkapkan keputusannya dengan tegas dalam wawancara BBC. “Kami tidak mendukung blokade. Keputusan saya sangat jelas, apa pun tekanannya, kami tidak akan terseret ke dalam perang,” kata Starmer.
“Kami tidak mendukung blokade. Keputusan saya sangat jelas, apa pun tekanannya, kami tidak akan terseret ke dalam perang,”
Persiapan Misi Multinasional
Sementara itu, negara-negara NATO sedang merancang inisiatif alternatif untuk menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut aliansi siap berperan jika seluruh 32 anggota sepakat mengirim misi bersama. Presiden Prancis Emmanuel Macron menawarkan konferensi dengan Inggris dan negara-negara mitra lain untuk membentuk misi multinasional.
“Misi yang sepenuhnya defensif ini, yang berbeda dari pihak-pihak yang bertikai, akan dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan,”
Rencana tersebut bertujuan melindungi kapal tanker dan menetapkan jalur aman bagi pelayaran internasional. Starmer menambahkan, “Tujuan bersama kita adalah rencana multinasional yang terkoordinasi dan independen,” katanya saat berbicara di parlemen.
Partisipasi Negara-Negara Lain
Sumber diplomatik menyebut sekitar 30 negara, termasuk negara-negara Teluk, India, dan beberapa negara Eropa, berpotensi terlibat dalam misi. Meski demikian, Iran dan AS tidak akan berpartisipasi langsung, meski tetap akan diberi pemberitahuan terkait langkah tersebut.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyarankan pembukaan kembali Selat Hormuz sebaiknya dilakukan melalui jalur diplomasi. Ia juga menekankan pentingnya NATO menata ulang hubungan dengan Trump dalam pertemuan puncak yang akan datang.
Sebelumnya, Trump menyatakan militer AS akan menindak kapal Iran yang mendekati area blokade, setelah pembicaraan akhir pekan gagal menemukan kesepakatan damai. “Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini,” ujarnya di Truth Social.
Awalnya, Washington menyebut blokade akan melibatkan kerja sama internasional di Selat Hormuz. Namun, militer AS kemudian mengklarifikasi bahwa operasi hanya menargetkan kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran. Sejak konflik pecah pada 28 Februari, Iran dilaporkan membatasi akses di jalur strategis tersebut untuk sebagian besar kapal asing. Teheran juga dikatakan sedang memperkuat kendali atas selat yang menjadi jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak global.