Semeru erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 3 km
Sememr erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 3 km
Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami letusan dengan adanya awan panas guguran hingga 3 kilometer pada Selasa pagi. Seismolog Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik ini terjadi pukul 05.22 WIB. Kolom abu yang teramati mencapai ketinggian sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Letusan Gunung Semeru pada pukul 05.22 WIB menunjukkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke arah barat. Perekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi sekitar tiga menit 23 detik,” kata Sigit Rian Alfian dalam keterangan yang diterima di Lumajang, Selasa.
Kemudian, pada pukul 06.03 WIB, terjadi erupsi kedua dengan kolom abu mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl. Kolom abu ini berwarna putih hingga kelabu, dengan arah dominan ke barat daya. Perekaman seismogram mencatat amplitudo maksimal 22 mm dan durasi 135 detik.
Sigit menegaskan bahwa saat ini Gunung Semeru berada dalam Status Level III (Siaga). Rekomendasi petugas menyatakan bahwa masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, yang berjarak 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena risiko lontaran batu (pijar) yang tinggi.
“Di luar jarak aman 13 km dari puncak, masyarakat dianjurkan menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar bisa mencapai 17 km dari puncak,” ujarnya.
Warga diberi imbauan untuk waspada terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang bermula dari puncak Gunung Semeru. Area yang perlu diutamakan pemantauan meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.