Video: Gak Cuma UMKM – Lonjakan Harga Plastik Hantam Alkes-Konstruksi
Video: Kenaikan Harga Plastik Mengguncang Industri Alkes dan Konstruksi
Meningkatnya Biaya Produksi Akibat Kenaikan Harga Minyak Mentah
Perubahan harga minyak mentah global berdampak signifikan pada sektor industri plastik. Sekretaris Jenderal INAPLAS, Fajar Budino, mengungkapkan kenaikan harga bahan baku plastik yang awalnya berkisar USD 1.000 per metrik ton kini melonjak hingga USD 1.800 per metrik ton. Perubahan ini membuat industri yang bergantung pada plastik kesulitan mempertahankan biaya produksi.
“Kenaikan harga bahan baku plastik menciptakan tekanan besar bagi berbagai sektor,” jelas Fajar Budino. “Produksi di bidang kemasan makanan, otomotif, konstruksi, alat kesehatan, hingga produk rumah tangga semuanya terkena dampak.”
Langkah Inovasi dan Dukungan Pemerintah Jadi Kunci
Dalam menghadapi situasi ini, pelaku industri diharapkan mengadopsi inovasi untuk mengurangi ketergantungan pada plastik. Fajar Budino menekankan perlunya dukungan dari pemerintah, seperti insentif pajak dan penyederhanaan regulasi, agar industri hulu-hilir tetap stabil. “Solusi jangka panjang harus melibatkan kreativitas perusahaan dan kebijakan pemerintah yang fleksibel,” tambahnya.
Perluasan Dampak pada Berbagai Sektor
Kenaikan biaya plastik menimbulkan tantangan serius bagi industri manufaktur. Fajar Budino menyoroti bagaimana kenaikan ini memengaruhi produksi alat kesehatan dan konstruksi. “Selain UMKM, perusahaan besar juga merasakan tekanan,” katanya. Industri harus beradaptasi dengan cepat untuk menghindari penurunan daya tahan ekonomi.
Bagaimana kenaikan harga plastik memengaruhi operasional sektor manufaktur? Simak selengkapnya dalam wawancara Dina Gurning dengan Fajar Budino, Sekretaris Jenderal INAPLAS, dalam program Manufacture Check, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026).