Latest Program: Kemenhaj: 5.933 calon haji asal Sumut siap berangkat ke Tanah Suci
Kemenhaj: 5.933 Calon Haji Sumut Siap Berangkat ke Tanah Suci
Dari Medan, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Utara (Sumut) mengumumkan bahwa 5.933 calon haji lokal akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini. “Zulkifli menyatakan bahwa jumlah jamaah dari Sumut mencapai 5.933 orang. Ia menambahkan bahwa 20 kuota tambahan berhasil didapatkan,” tutur Kepala Kanwil Kemenhaj Sumut Zulkifli Sitorus di Medan, Selasa.
Persiapan Terakhir dan Distribusi Kartu Nusuk
Menurut Zulkifli, calon haji tersebut tersebar di 33 kabupaten/kota dengan rata-rata masa tunggu mencapai belasan tahun. Ia menegaskan bahwa seluruh proses persiapan telah berjalan lancar, mulai dari pengurusan dokumen hingga aspek kesehatan jamaah.
“Pertama, tentang persiapan kita. Alhamdulillah, tahapan-tahapan sudah berlangsung dengan baik. Mulai proses dokumen hingga kesehatan jamaah yang menjadi syarat istitha’ah,” ujar Zulkifli.
Kartu Nusuk akan disebarkan di embarkasi, dan tahapan ini telah siap. Tinggal menunggu kehadiran perwakilan syarikah dari Arab Saudi untuk menyelesaikan rangkaian almasarik. Petugas yang sudah ditugaskan akan membagikan kartu tersebut kepada setiap jamaah sebelum mereka berangkat.
“Insya Allah, setiap embarkasi nanti ada perwakilan syarikah dari Arab Saudi hadir dan memastikan supaya Kartu Nusuk itu sampai ke jamaah,” tutur Zulkifli.
Dahnil menyampaikan bahwa Kartu Nusuk telah selesai persiapannya. Ia menegaskan bahwa syarikah telah menyatakan siap, dengan persiapan mencapai 100 persen.
“Kartu Nusuk dibagi di sini. Kemarin syarikah sudah menyatakan mereka sudah siap, sudah sampai 100 persen di sini,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Kamis (9/4).
Kartu Nusuk merupakan identitas digital yang harus digunakan oleh setiap jamaah saat berada di Arab Saudi. Kartu ini diberikan dan wajib diaktivasi oleh syarikah penyedia layanan haji yang dikontrak pemerintah. Selain sebagai tanda pengenal, Kartu Nusuk juga menjadi syarat utama bagi jamaah mengakses layanan dan area utama, seperti Kota Makkah serta Masjidil Haram.
Kartu tersebut berfungsi untuk membedakan antara jamaah resmi dan ilegal, serta menyimpan informasi seperti nama, foto, tanggal lahir, lokasi penginapan, serta data penting lainnya milik jamaah.