Important Visit: AS prediksi harga minyak akan memuncak dalam beberapa pekan
AS prediksi harga minyak akan memuncak dalam beberapa pekan
Washington – Konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran telah memengaruhi pasar minyak secara signifikan. Sejak perang antara AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu, harga minyak terus mengalami kenaikan akibat gangguan akses kapal ke Selat Hormuz. Menteri Energi AS Chris Wright mengungkapkan bahwa kondisi ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga adanya peningkatan aliran kapal yang signifikan di wilayah tersebut.
“Harga energi akan tetap tinggi—dan mungkin bahkan melonjak—sampai kami melihat keberlanjutan distribusi kapal melalui Selat Hormuz,” ujar Wright dalam konferensi Semafor World Economy, Senin (13/4).
Menurut Wright, tekanan pada harga minyak diprediksi akan mencapai puncaknya dalam beberapa minggu mendatang. Ia menyoroti bahwa konflik global yang berlangsung memperparah ketegangan pasokan energi, sehingga menahan kenaikan biaya energi. Selain itu, dia memperingatkan bahwa penurunan harga nanti tidak akan terjadi secara cepat, meskipun situasi kembali stabil.
“Presiden (Donald Trump) menyadari sejak awal bahwa gangguan aliran energi jangka pendek akan berdampak pada kenaikan harga,” tambah Wright.
Langkah militer AS dipertimbangkan sebagai respons terhadap kegagalan upaya diplomatik dan gencatan senjata sementara. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa tindakan pencegahan akan diambil terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di wilayah Teluk. Meski demikian, Wright menekankan bahwa harapan untuk penurunan harga secara signifikan di musim panas nanti adalah ambisi yang terlalu agresif.