Peneliti: sayuran berdaun bantu ekstraksi logam beracun dari tanah
Peneliti: Sayuran Berdaun Bantu Ekstraksi Logam Beracun dari Tanah
Dalam sebuah studi terbaru, para peneliti mengungkapkan bahwa sayuran berdaun seperti kale, kubis, dan brokoli bisa dimanfaatkan untuk mengekstrak logam beracun dari tanah tercemar. Temuan ini memiliki potensi dalam bidang teknologi medis dan energi terbarukan, menurut informasi yang diterbitkan Senin (13/4) oleh Universitas Queensland (UQ) di Australia.
Brassicaceae Sebagai Hiperakumulator Logam
Tim peneliti yang terdiri dari ilmuwan Australia, Jerman, dan Belanda menyatakan bahwa tanaman dari famili Brassicaceae mampu menyerap logam berat, termasuk talium, yang beracun namun bernilai tinggi. Talium, yang sering terdapat di tanah terkontaminasi, bisa diambil melalui akar dan tunas tanaman tersebut. Penelitian ini dirilis dalam jurnal Metallomics.
“Sayuran dari famili Brassicaceae menunjukkan kemampuan luar biasa untuk ‘fitomining’ atau penggunaan tanaman dalam ekstraksi logam,” kata Amelia Corzo-Remigio, ahli geokimia dari UQ yang menjadi penulis utama studi tersebut.
Mekanisme alami yang berevolusi pada tanaman ini memungkinkan ekstraksi jejak talium dari tanah secara efektif. Dalam eksperimen, kale terbukti mengumpulkan talium dalam bentuk kristal, yang bisa disesuaikan dengan teknik ekstraksi metalurgi. Peneliti mengamati endapan kristal talium klorida di sepanjang urat daun kale.
Pendekatan nonkonvensional ini, seperti fitomining, dianggap mampu mengamankan logam penting untuk kebutuhan teknologi medis dan energi terbarukan. Selain itu, metode ini juga berpotensi memulihkan tanah yang tercemar secara berkelanjutan, karena meminimalkan dampak lingkungan dibanding metode pertambangan tradisional.