Key Strategy: Ilmuwan China temukan cara baru perkuat padi dari penyakit mematikan

Ilmuwan China temukan cara baru perkuat padi dari penyakit mematikan

Padi di Asia telah menghadapi ancaman besar selama 15 tahun terakhir akibat penyebaran penyakit hawar bakteri yang semakin cepat. Penyakit ini mengakibatkan kerusakan besar pada tanaman, terutama karena perubahan iklim yang meningkatkan intensitas badai dan varietas padi modern yang kehilangan keragaman genetik. Sebuah studi terbaru, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, memberikan solusi baru dengan mengungkap gen penting yang memungkinkan padi bertahan dari serangan bakteri.

Para peneliti dari Pusat Keunggulan Ilmu Tanaman Molekuler (CEMPS) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China menemukan gen resistansi bernama Xa48 pada varietas padi indica Shuangkezao. Gen ini berperan sebagai sistem keamanan, yang secara otomatis mengenali bakteri berbahaya dan memicu pertahanan kuat. Proses ini diaktifkan ketika bakteri mengeluarkan protein spesifik, XopG, yang memicu respons pada tanaman.

Studi ini mengungkap bahwa menggabungkan dua mekanisme pertahanan berbeda meningkatkan efektivitas penangkal penyakit secara signifikan. Dengan menyatukan gen Xa21 yang sudah dikenal dan Xa48 yang baru ditemukan, para ilmuwan menciptakan sistem kekebalan dua lapis. Pendekatan ini memberikan perlindungan luas dan tahan lama tanpa menghambat pertumbuhan padi.

“Penelitian ini telah diimplementasikan dengan cepat dari laboratorium ke lapangan, sehingga membantu petani menanam padi yang lebih sehat dengan kebutuhan pestisida kimia yang lebih sedikit,” ujar He Zuhua, peneliti di CEMPS.

Hasil penelitian ini tidak hanya memecahkan teka-teki tentang peran domestikasi padi dalam meningkatkan ketahanan penyakit, tetapi juga memberikan alat praktis untuk menjaga hasil panen di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *