Meeting Results: Kementan-BUMN bahas rencana hilirisasi gambir asal Sumbar
Kementan-BUMN Bahas Rencana Peningkatan Nilai Gambir Sumbar
Kementerian Pertanian (Kementan) dan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyusun strategi untuk mengembangkan tanaman gambir yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Tujuan utamanya adalah meningkatkan manfaat ekonomi bagi petani serta daerah setempat. Pada hari Selasa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, “
Saat ini kita sedang membahas pengembangan gambir. Kami melakukan petaan bersama BUMN
.” Ia menambahkan bahwa rencana ini mencakup pembangunan pabrik pengolahan gambir di wilayah Ranah Minang.
Potensi Gambir sebagai Komoditas Utama
Gambir, yang secara ilmiah dikenal sebagai uncaria rhynchophylla, dinilai memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Menurut Andi Amran, pasokan gambir global sekitar 80 persen berasal dari dua kabupaten di Sumbar, yakni Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan. Dengan keberadaan pabrik pengolahan, diharapkan nilai tambah produk bisa meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Langkah Pemerintah untuk Mendukung Industri Gambir
Di sisi lain, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah akan segera membangun pabrik pengolahan gambir setelah menerima arahan dari Kementerian Pertanian. Menurutnya, pabrik ini akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Lokasi yang dipertimbangkan adalah Kabupaten Limapuluh Kota, yang merupakan pusat utama produksi gambir nasional.
Tahun 2024, ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai hampir Rp574,7 miliar, meningkat dari 11.865 ton pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan Sumbar dalam memasok gambir ke pasar internasional, khususnya ke Asia Selatan seperti India dan Pakistan.