Pakar perkirakan RI bisa beli minyak 59 dolar AS per barel dari Rusia
Pakar Energi Prediksi Indonesia Bisa Dapat Minyak dengan Harga 59 Dolar AS per Barel dari Rusia
Jakarta – Yayan Satyakti dari Unpad: Harga Minyak Rusia Lebih Bersaing
Pakar energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menyatakan bahwa Indonesia mungkin bisa memperoleh minyak mentah dari Rusia dengan harga 59 dolar AS per barel, lebih rendah dibandingkan harga global yang saat ini berkisar antara 100 dolar AS. Penyebab kenaikan harga dunia, menurut Yayan, adalah konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Betul. Meski dengan harga biasa sekitar 60–70 dolar AS per barel, minyak Rusia tetap lebih murah, yaitu sekitar 59 dolar AS,” ujar Yayan saat diwawancara ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Yayan menjelaskan bahwa setelah negara-negara Barat menerapkan embargo minyak Rusia sejak 2022, harga minyak tersebut pada 2025 turun menjadi 25 dolar AS per barel. Angka ini lebih baik dibandingkan harga minyak dari wilayah Timur Tengah yang berada di rentang 60–70 dolar AS.
Terkait kenaikan harga global, Yayan menyoroti penutupan Selat Hormuz akibat perang antara AS-Israel dan Iran. Hal ini menyebabkan harga minyak dunia terus meningkat, bahkan sempat mencapai 116 dolar AS per barel.
Menurut analisis Yayan, jika Indonesia membeli minyak dari Rusia dengan biaya logistik sekitar 30 persen dari harga dasar, maka total harga minyak akan mencapai 76,7–80 dolar AS per barel. Biaya logistik ini sudah termasuk dalam perhitungan akhir.