Visit Agenda: Warga keluhkan jalan amblas di Jalan Dewi Sartika Jaktim
Warga Keluhkan Jalan Amblas di Jalan Dewi Sartika Jaktim
Jakarta – Beberapa warga mengeluhkan kerusakan jalan yang mengancam keselamatan pengguna jalan di kawasan Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Mereka menyebut lubang di sisi kiri jalan, tepat di area tikungan, terus membesar dan berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama untuk kendaraan yang melintas dari arah Kalibata ke Jalan Dewi Sartika.
Kejadian Viral di Media Sosial
Peristiwa ini sempat mendapat perhatian di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @ijoeel. Video menunjukkan lubang yang cukup dalam berada di titik buta, di mana pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Perekam juga menambahkan tanda cat putih di sekitar lubang sebagai upaya mengingatkan pengguna jalan.
“Saya sering dengar suara keras saat mobil atau angkot masuk ke lubang, dari dalam toko saja terdengar jelas,” ujar Kevin, seorang warga yang memiliki usaha di sekitar lokasi.
Keluhan serupa disampaikan oleh Eko (45), yang juga menyaksikan langsung truk mengangkut galon air jeblos ke dalam lubang. “Lubangnya baru, sekitar seminggu ini,” katanya. Eko menyoroti bahwa kondisi jalan yang menanjak serta dekat trotoar memperburuk risiko terjadinya kecelakaan.
Sejumlah tindakan pencegah kecelakaan sudah dilakukan, seperti penempatan kerucut lalu lintas dan tanda cat putih di area berbahaya. Namun, warga merasa upaya ini belum cukup efektif. Lokasi yang menikung membuat lubang sulit terlihat dari jauh, sehingga berisiko tinggi bagi pengguna jalan.
Permintaan Perbaikan Permanen
Eko menambahkan bahwa petugas Dinas Bina Marga telah melakukan pengecekan awal di lokasi pada Senin (13/4). “Sudah dicek kemarin, mudah-mudahan cepat diperbaiki,” ujarnya. Kevin pun berharap pemerintah segera bertindak untuk mencegah kerusakan semakin parah dan potensi korban jiwa.
Kerusakan jalan yang terjadi pertama kali di lokasi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menciptakan kebisingan, kondisi ini juga bisa merusak kendaraan, khususnya bagi pelaku usaha yang mengandalkan mobil untuk pengiriman barang. Warga meminta pengawasan berkala terhadap jalan yang sering dilintasi berbagai jenis kendaraan.