Special Plan: Mahfud MD: Ekonomi hijau harus sisakan ruang bagi generasi mendatang

Mahfud MD: Ekonomi hijau harus sisakan ruang bagi generasi mendatang

Dalam kuliah umum di kampus UIN Mataram, Kota Mataram, NTB, Selasa, tokoh hukum tata negara Mahfud MD menegaskan bahwa konsep ekonomi hijau perlu diterapkan secara berkelanjutan. Ia meminta sumber daya alam tidak habis dieksploitasi, agar tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di masa depan.

“Dalam ekonomi hijau, sumber daya alam harus dijaga agar tidak habis dieksploitasi. Kini, penebangan dilakukan secara masif tanpa batas, sehingga generasi muda kehilangan kesempatan,” kata Mahfud MD saat memberikan kuliah umum di UIN Mataram, Selasa.

Menurut Mahfud, prinsip utama ekonomi hijau adalah menjaga keseimbangan antara penggunaan dan perlindungan lingkungan. Pendekatan ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam, sekaligus menghindari kerusakan ekosistem yang bisa memicu bencana alam.

Eksploitasi sumber daya alam tanpa kontrol

IA menyoroti fenomena eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran tanpa pengendalian, yang berpotensi merusak lingkungan dan mengorbankan hak generasi muda. “Ekonomi hijau harus berperan sebagai solusi, bukan penyebab masalah. Contohnya, banjir yang menghantam tiga provinsi di Sumatra, kata Mahfud MD, menunjukkan dampak buruk dari eksploitasi tak terkendali.”

Distribusi manfaat ekonomi

Selain itu, Mahfud menyoroti bahwa pengelolaan sumber daya alam di Indonesia masih memiliki masalah signifikan terkait distribusi manfaat. Daerah berpotensi tambang seringkali ditinggali masyarakat dengan kesejahteraan terbatas, sementara sebagian besar keuntungan diraih oleh pihak eksternal.

“Banyak warga memiliki tambang besi, nikel, dan emas, tetapi masyarakat sekitar tetap dalam kondisi miskin. Pemasukan ke negara meningkat, sementara sebagian besar manfaat dinikmati oleh pihak luar,” ujar Mahfud MD. Hal ini menjadi fokus perbaikan yang diusung Prabowo.

Ekonomi hijau termasuk dalam enam langkah transformasi ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Indeks Ekonomi Hijau (GEI) menunjukkan peningkatan signifikan selama sepuluh tahun terakhir, dari 47,2 persen di 2011 menjadi 59,17 persen di 2020. Bappenas menargetkan GEI mencapai 90,65 persen pada 2045, ketika Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya, dengan energi terbarukan menyumbang 70 persen dari bauran energi primer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *