Meeting Results: BTN Komodo: Wisatawan bisa kunjungi kawasan wisata lain di Flores
BTN Komodo: Wisatawan Bisa Kunjungi Lokasi Wisata Alternatif di Flores
Kupang, Nusa Tenggara Timur — Balai Taman Nasional (BTN) Komodo memberikan panduan bagi pengunjung untuk menjelajahi lokasi wisata lain di Manggarai Barat, selain kawasan Taman Nasional (TN) Komodo yang telah menerapkan sistem kuota pengunjung. “Jika pengunjung sudah berada di Labuan Bajo, mereka dapat memanfaatkan waktu menunggu jadwal kunjungan ke TN Komodo untuk mengunjungi destinasi lain di wilayah tersebut,” ujar Maria Rosdalima Panggur, Koordinator Urusan Kehumasan, Kerja sama, dan Pelayanan Perizinan BTN Komodo, saat dihubungi ANTARA dari Kupang, NTT, Selasa.
“Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya dukung lingkungan, tetapi tetap memastikan pengalaman wisata yang memuaskan bagi pengunjung,” tambah Maria.
Menurut Maria, ada banyak lokasi wisata menarik di daratan yang tidak kalah diminati dibandingkan destinasi perairan TN Komodo. Ia menjelaskan bahwa pengaturan kuota kunjungan berdasarkan daya dukung dan daya tampung wisata telah disosialisasikan sejak lama, baik melalui pertemuan langsung dengan pihak terkait maupun melalui saluran resmi BTN Komodo. “Kami berharap pelaku industri pariwisata dapat memandu calon pengunjung dalam memesan tiket aktivitas wisata secara dini, sambil memastikan ketersediaan kuota di hari tertentu,” tuturnya.
Mekanisme Penerapan Kuota
Penerapan kuota kunjungan di TN Komodo dimulai sejak Mei 2025. Proses ini diawali dengan sosialisasi rencana pembatasan dan keterlibatan pelaku wisata dalam merancang mekanisme serta mengevaluasi dampaknya. Pada 19 Juni 2025, dilakukan pertemuan dengan asosiasi yang fokus pada perjalanan rekreasi (ASITA, HPI). Selanjutnya, pada 14 dan 24 Juli 2025, diadakan diskusi kelompok dengan asosiasi maritim (DOCK, Jangkar, Gahawisri, P3Kom) dan transportasi (Asset, Askawi, serta pemilik kapal). Hasil FGD masing-masing kelompok disampaikan kembali pada 6 Oktober 2025, dalam upaya memilih skema yang optimal bagi lingkungan, namun tetap mendukung stabilitas ekonomi dan sosial.
Evaluasi dan Perbaikan Kebijakan
Kebijakan kuota kunjungan resmi diumumkan pada 4 Februari 2026. Pada 11 Februari, BTN Komodo, instansi pemerintah lainnya, dan perwakilan asosiasi melakukan evaluasi terhadap penerapan kebijakan tersebut. Maria menegaskan bahwa mekanisme ini masih perlu disempurnakan. “BTN Komodo terus membuka ruang untuk masukan dari semua pihak agar kebijakan ini bisa berjalan lebih efektif,” tambahnya.