Announced: SRIL akan Didepak Bursa Tahun Ini, Nasib 45.866 Investor?
SRIL Akan Didepak dari Bursa Tahun Ini, Nasib 45.866 Investor?
Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengumumkan rencana penghapusan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dari pasar modal karena perusahaan tersebut mengalami krisis keuangan. Saham SRIL akan di-delisting mulai 10 November 2026. Menurut data Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Januari 2025, saham publik di SRIL dimiliki oleh 8.158.734.000 lembar, yang mencapai 39,89% dari total saham. Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor mencapai 45.866 orang, salah satunya adalah Lo Kheng Hong.
Kondisi Kepemilikan Saham di SRIL
Lo Kheng Hong, yang kerap disebut Pak Lo, memiliki saham Sritex sebanyak 209.339.500 unit, atau sekitar 1,02% dari total saham yang diperdagangkan. Dengan harga saham SRIL sebesar 146 per lembar, kepemilikan Pak Lo senilai Rp30,56 miliar. Perubahan ini terungkap setelah KSEI merilis data kepemilikan saham di atas 1%.
Pilihan untuk Investor
Melalui laman sikapiuangmu.ojk.go.id, Selasa (14/4/2026), dijelaskan bahwa investor memiliki dua opsi. Pertama, saham dapat dijual di pasar negosiasi, tempat efek diperdagangkan secara individu tetapi tetap melalui perusahaan sekuritas. BEI memberikan jeda waktu untuk menjual saham yang akan delisting, meski hanya berlangsung dalam beberapa hari. Kedua, investor bisa mempertahankan kepemilikan, meski ada kemungkinan saham kembali diperdagangkan di masa depan.
Kebutuhan investor untuk mengambil langkah cepat menimbulkan kekhawatiran tentang penurunan nilai saham. Namun, proses jual beli tetap memungkinkan kepemilikan terpenuhi. OJK juga mengatur aturan untuk melindungi pemegang saham, termasuk wajibnya emiten membeli kembali saham saat delisting.
Regulasi OJK dan Perlindungan Investor
POJK Nomor