Main Agenda: Perang Panas, IMF Ungkap 3 Skenario Terburuk Ekonomi Dunia
Perang Panas, IMF Ungkap 3 Skenario Terburuk Ekonomi Dunia
Pada perdagangan Selasa (14/4/2026), pasar keuangan dalam negeri ditutup dengan hasil yang beragam. Bursa saham menguat, sedangkan nilai tukar rupiah terus melemah. Surat Obligasi Negara (SBN) stagnan, sementara Wall Street bergerak naik karena investor mengabaikan ketegangan geopolitik. Ketidakpastian perang yang masih berlangsung dan penantian pengumuman MSCI menjadi sentimen utama yang memengaruhi pergerakan pasar.
Kinerja IHSG dan Sektor Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 2,34% atau 175,76 poin, mencapai level 7.675,95. Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan signifikan hari ini karena persaingan geopolitik dan aksi jual yang berlangsung di pasar domestik. Sebanyak 548 saham mengalami kenaikan, 151 turun, dan 119 tidak bergerak. Transaksi mencapai Rp24,85 triliun, melibatkan 53,31 miliar saham dalam 3,11 juta kali perdagangan. Kapitalisasi pasar juga naik menjadi Rp13.710 triliun.
Pergerakan Mata Uang Garuda
Rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah depresiasi 0,09% ke level Rp17.110/US$, menjadi level penutupan terlemah sepanjang masa. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif selama empat hari beruntun sejak 9 April 2026. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau turun 0,20% ke 98,176.
Penguatan rupiah pada hari ini terjadi di tengah kondisi dolar AS yang sedang melemah secara global. Rupiah belum mampu memanfaatkan pelemahan greenback untuk berbalik menguat. Dolar AS berada di dekat level terendah dalam enam pekan, seiring harapan bahwa konflik Iran dapat mereda.
Geopolitik dan Proyeksi Pasar Global
Pasaran finansial dan komoditas dunia dipengaruhi oleh rilis data makroekonomi kawasan Asia serta dinamika geopolitik yang memanas. Tidak ditemukannya titik tengah dalam negosiasi perang Iran-AS menjadi faktor utama. Militer AS mulai menerapkan blokade terhadap kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, sementara Teheran mengancam akan membalas negara-negara tetangga di Teluk.
“Komunikasi dengan Iran masih berlangsung, dan terdapat kemajuan dalam upaya mencapai kesepakatan,” kata seorang pejabat AS.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa masih ada pihak yang ingin kesepakatan antara AS dan Iran meski pembicaraan akhir pekan lalu belum membuahkan hasil. Dari sisi Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan negosiasi telah mencatat kemajuan dalam banyak isu, meskipun belum mencapai kesepakatan final.
Langkah BI dalam Stabilisasi Rupiah
Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa bank sentral akan tetap aktif di pasar, baik melalui spot, NDF, maupun DNDF.