Latest Program: Mengamuk! Harga Emas Terbang 2%, Perak Melonjak 5%: Saatnya Pesta?

Harga Emas dan Perak Melonjak: Tanda Penguatan Pasar?

Jakarta, Selasa (14/4/2026), harga emas dan perak mengalami kenaikan signifikan, masing-masing naik 2% dan 5%. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan nilai dolar Amerika Serikat (AS) dan harapan akan pembicaraan baru antara AS dan Iran, yang berpotensi meredakan ketakutan terhadap inflasi. Refinitiv mencatat, harga emas ditutup pada US$ 4840,34 per troy ons, naik 2,13%. Penguatan ini menandai akhir tren penurunan dua hari berturut-turut sebelumnya.

Sementara itu, harga perak mencatat lonjakan lebih tinggi. Berdasarkan Refinitiv, perak ditutup pada US$ 79,53 per troy ons, naik 5,2%. Penurunan harga perak pada hari Senin (13/4/2026) sebesar 0,4% disusul kenaikan tipis pada hari Rabu (15/4/2026), US$ 79,55 per troy ons, atau naik 0,03%.

Analisis Pasar: Tergantung pada Dinamika Perundingan

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan untuk berhenti perang Iran kemungkinan akan dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan. Setelah gagalnya negosiasi akhir pekan lalu, Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. “Kemajuan dalam perundingan di Pakistan akan menjadi penentu bagi arah harga emas,” kata Bob Haberkorn, analis senior dari RJO Futures, kepada Reuters.

“Dolar yang melemah dan harga minyak yang turun saat ini mendukung permintaan emas. Ketika perang dimulai, terjadi kecemasan akan pasokan energi dan pencarian uang tunai,” tambah Haberkorn.

Indeks dolar AS ditutup di posisi 98,12 pada Selasa, lebih rendah dari 98,4 pada hari Senin. Pelemahan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang ini lebih terjangkau bagi investor asing. Namun, kekhawatiran inflasi masih terlihat dari lonjakan harga energi akibat konflik Iran, meski data terbaru menunjukkan harga produsen AS naik lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya jasa tidak berubah.

Tren Harga: Faktor Bunga dan Kebijakan Moneter

Konflik Iran memberi tekanan inflasi, tetapi emas tidak lagi menjadi pilihan utama di lingkungan suku bunga tinggi karena tidak menyediakan imbal hasil. Trader kini memperkirakan peluang 33% terjadinya pemangkasan suku bunga AS tahun ini, turun dari proyeksi sebelumnya yang mengharapkan dua kali penurunan sebelum perang pecah.

“Karena pasar belum serius mempertimbangkan kenaikan suku bunga Federal Reserve, harga emas kemungkinan tidak akan terjun jauh lebih dalam,” ungkap analis Commerzbank, kepada Reuters.

Penguatan emas dan perak mencerminkan dinamika pasar yang kembali bersemangat. Meski fluktuasi terjadi, indikator kecil dari penguatan harga bahan bakar menunjukkan bahwa investor masih mengincar perlindungan nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *