Key Strategy: Banyak Pasangan Cerai di Tahun ke-8, Ini Penjelasan Psikolog

Banyak Pasangan Cerai di Tahun ke-8, Ini Penjelasan Psikolog

Jakarta, Pernikahan sering berakhir setelah masa sekitar delapan tahun. Statistik dari lembaga survei menunjukkan bahwa rata-rata usia pernikahan pertama yang berujung perceraian mencapai 8,2 tahun, sesuai dengan istilah populer “seven-year itch”. Namun, mengapa fenomena ini terjadi pada periode tersebut, bukan di tahun ke-10 atau 15? Menurut

Psychology Today

, Rabu (15/4/2026), para peneliti seperti Daniel Levinson, George Vaillant, dan Gail Sheehy menjelaskan bahwa perkembangan manusia dewasa biasanya berlangsung dalam siklus sekitar tujuh tahunan. Dalam siklus ini, individu mengalami fase stabil, lalu menghadapi periode kegelisahan dan transisi selama dua hingga tiga tahun sebelum memasuki tahap baru.

Dalam tahap awal pernikahan, pasangan umumnya memiliki kebutuhan psikologis tertentu, seperti ingin mandiri dari keluarga, merasa dihargai, atau mencari stabilitas. Mereka mengandalkan satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan ini, sehingga terbentuk “kesepakatan tidak tertulis” dalam hubungan. Namun, seiring waktu, kebutuhan tersebut bisa berubah. Masalah mulai muncul pada tahun kelima hingga kedelapan, saat kenyamanan yang sebelumnya terasa sempurna berubah menjadi konflik.

Perubahan ini berkaitan dengan banyak faktor, termasuk karier, rencana jangka panjang, penuaan, dan dinamika hubungan pasangan. Pada fase ini, pasangan mungkin merasa tidak lagi cocok atau mengalami kejenuhan. Sifat yang dulu dianggap menarik bisa jadi sumber perbedaan, sementara rutinitas yang dibangun awalnya dinilai stabil kini terasa kaku.

Salah satu gejala utama dari fase ini adalah keinginan untuk “melompat” dari hubungan. Pasangan bisa bertengkar lebih sering, menjauh secara emosional, atau bahkan terlibat perselingkuhan. Namun, tidak semua pasangan memilih jalan perceraian. Beberapa mengalihkan perhatian ke hal lain, seperti anak, pekerjaan, atau hobi. Dalam kondisi ini, hubungan berubah dari status kehidupan bersama menjadi peran yang lebih terbatas, seperti orang tua atau individu sibuk.

Untuk mengatasi fase ini, pasangan perlu memperbarui “kontrak” hubungan. Ini bisa dilakukan dengan meningkatkan komunikasi, menyesuaikan gaya hidup, atau membangun kerja sama yang lebih seimbang. Jika perlu, bantuan dari terapis atau konselor dapat membantu menghadapi tantangan. Fase tujuh hingga delapan tahun dalam pernikahan dianggap penting, karena cara pasangan meresponsnya menentukan apakah hubungan akan terus berkembang atau berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *