Solution For: HMT-ITB sampaikan permohonan maaf atas beredarnya lagu “Erika”

HMT-ITB sampaikan permohonan maaf atas beredarnya lagu “Erika”

Jakarta, Rabu – HMT-ITB mengeluarkan pernyataan resmi di Jakarta, menyampaikan rasa hormat dan penyesalan atas beredarnya lagu yang memicu kegundahan di kalangan publik. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas tersebarnya lagu yang berdampak negatif pada masyarakat, terutama perempuan,” tulis organisasi tersebut dalam pengumuman. HMT-ITB menyatakan bahwa mereka sadar akan pentingnya isu ini dan berempati terhadap emosi masyarakat.

Lagu “Erika” dalam Acara OSD

Lagu berjudul “Erika” yang menjadi sumber kontroversi tersebut ditampilkan dalam acara Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD), salah satu bagian dari kegiatan organisasi sejak tahun 1970-an. Diketahui, lagu ini dibuat pada masa 1980-an. “Kami menyadari bahwa menampilkan lagu tersebut di tengah perkembangan norma sosial dan etika yang lebih ketat merupakan kesalahan,” jelas pernyataan resmi.

“Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Sebagai langkah perbaikan, HMT-ITB telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera menurunkan konten video dan audio dari saluran resmi organisasi, serta menghapus materi dari akun individu yang terafiliasi. Tindakan ini mencakup video tahun 2020 yang beredar luas di masyarakat.

Ministeri Beri Panduan Anti-Kekerasan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan sikap tidak menoleransi kekerasan di lingkungan kampus. Menteri Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa institusi pendidikan tinggi wajib menciptakan ruang yang aman, inklusif, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk digital. “Perguruan tinggi harus menjadi tempat yang bermartabat dan berintegritas bagi seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, kami menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *