Latest Program: Vance sebut Trump berupaya capai “kesepakatan besar” dengan Iran

Vance sebut Trump berupaya capai “kesepakatan besar” dengan Iran

Washington – Wakil Presiden Amerika Serikat J. D. Vance mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mengejar kesepakatan menyeluruh dengan Iran, bukan hanya perjanjian terbatas. Dalam wawancara di acara Georgia, Selasa (14/4), Vance menyebut bahwa negosiasi saat ini bagian dari strategi luas, terlepas dari gencatan senjata yang telah berlaku hampir sepekan.

“Yang menarik adalah gencatan senjata ini sudah berjalan selama enam atau tujuh hari. Kita masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Strategi Trump dan Tawaran Ekonomi

Vance menambahkan bahwa Trump bertekad menciptakan kesepakatan besar, yang menurutnya jauh lebih ambisius dibandingkan kesepakatan kecil.

“Trump menawarkan Iran pendekatan sederhana: jika mereka bersedia bertindak normal, kami akan memperlakukan mereka secara ekonomi seperti negara normal,” jelasnya.

Pernyataan ini datang setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan di Islamabad, Pakistan, dalam diskusi akhir pekan lalu. Pemecatan senjata antara AS-Israel dan Iran berlangsung sejak 28 Februari, mengakibatkan kematian lebih dari 3.300 orang, sebelum kesepakatan dua pekan berlaku.

Ketidakpercayaan dan Persiapan Selanjutnya

Vance mengakui bahwa kesepakatan akhir belum tercapai pasca-negosiasi, terutama karena tekanan Trump agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

“Trump ingin kesepakatan di mana Iran tidak lagi memiliki senjata nuklir,” tegasnya.

Sementara itu, Iran menyangkal klaim AS-Israel bahwa program nuklirnya berpotensi mengancam kawasan, menegaskan bahwa Tujuan mereka bersifat damai. Vance menyatakan optimisme bahwa perundingan akan berlanjut dan hasilnya akan bermanfaat global.

“Kami akan terus bernegosiasi. Ini akan baik untuk dunia, negara kami, serta semua pihak,” katanya.

Harapan dan Tantangan

Trump juga mengungkapkan keyakinan bahwa pembicaraan langsung dengan Iran bisa dilanjutkan dalam dua hari ke depan di Pakistan. Namun, Vance mengakui bahwa ketidakpercayaan antara kedua pihak masih ada.

“Anda tidak bisa menyelesaikan masalah dalam semalam, tetapi kami bernegosiasi dengan niat baik dan akan terus berupaya,” ujarnya.

Kesepakatan, menurutnya, membutuhkan waktu, tetapi komitmen untuk mencapai resolusi tetap berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *