Key Discussion: Wakil Ketua MPR RI dorong haji jadi momentum hentikan konflik AS-Iran
Wakil Ketua MPR RI Dorong Haji Jadi Ajang Diplomasi Damai
Jakarta, Rabu – Selama pertemuan para ulama di Kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid mengusulkan agar ibadah haji menjadi kesempatan untuk menenangkan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menekankan bahwa momen haji bisa menjadi peluang untuk menyampaikan pesan damai kepada semua pihak, khususnya kepada negara-negara yang terlibat perang.
“Haji adalah ajang damai yang bisa menjadi sarana untuk mengajak semua pihak berhenti berperang. Ini kesempatan bagus untuk menyampaikan bahwa jemaah haji menginginkan kedamaian,” ujarnya.
Menurut Hidayat, serangan militer yang mengarahkan sasaran ke fasilitas sipil atau nonmiliter, baik di Iran maupun Arab Saudi, tidak seharusnya terjadi menjelang pelaksanaan haji. Ia berharap pertengkaran antara kedua negara dapat dihentikan agar keamanan perjalanan jemaah dari berbagai belahan dunia terjamin. “Jemaah haji berasal dari banyak negara, termasuk Iran dan Amerika Serikat. Mereka datang untuk meraih keselamatan spiritual, bukan kerusakan fisik,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, ia menyoroti bahwa perjalanan ke Mekkah dan Madinah berkaitan langsung dengan keamanan jemaah. “Jika jalanan menuju tempat suci itu aman, maka seluruh perjalanan para jemaah akan terjamin,” katanya. Hidayat juga mengingatkan bahwa ajaran agama Islam memberikan nilai-nilai kemanusiaan yang perlu dihormati, dengan haji sebagai rukun utama.
Ia berharap gencatan senjata sementara antara AS dan Iran bisa menjadi awal dari perdamaian yang berkelanjutan. “Dengan henti perang, akan tercipta keberkahan yang lebih luas untuk semua pihak,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada Kerajaan Arab Saudi atas upayanya menjaga keamanan sebelum haji 2026. Ia menilai dialog antara Menteri Luar Negeri Iran dan Arab Saudi memiliki potensi besar untuk mengurangi ketegangan dan mencegah serangan terhadap objek-objek sipil.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta turut dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, tokoh-tokoh ulama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta pemimpin pesantren. Mereka berdiskusi tentang peran Indonesia dalam memperkuat perdamaian global melalui haji.