Solving Problems: Ketum MUI: Ormas Islam dan pemerintah teguhkan persatuan bangsa
Ketum MUI: Ormas Islam dan Pemerintah Teguhkan Persatuan Bangsa
Jakarta – Pada malam Rabu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menggarisbawahi pentingnya memperkuat persatuan bangsa melalui acara silaturahim nasional dan halalbihalal yang dihadiri oleh puluhan organisasi kemasyarakatan Islam serta pemerintah dan perwakilan negara-negara sahabat.
“Alhamdulillah hari ini seluruh ormas Islam di Tanah Air, dengan anggota mencapai ribuan hingga jutaan, berkumpul bersama pemerintah dan para duta besar negara sahabat untuk memperkuat persatuan,” kata Kiai Anwar.
Kiai Anwar menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan latar belakang politik tidak menghalangi bangsa Indonesia tetap bersatu. Ia menegaskan bahwa momentum halalbihalal menjadi bentuk syukur atas karunia persatuan dan kemakmuran bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti peran kolaborasi antara ulama dan umara sebagai kunci penting menjaga stabilitas serta kemajuan negara. “Persatuan ini harus terus kita jaga karena masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk memajukan bangsa dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.
Menag: Dukungan MUI Jadi Motivasi untuk Diplomasi Global
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi terhadap dukungan MUI dalam upaya pemerintah memperkuat peran Indonesia di tingkat internasional.
“Kita diajak untuk menyelesaikan persoalan antarbangsa dengan mengedepankan dialog, bukan kekerasan apalagi peperangan,” ujar Nasaruddin.
Menurut Menag, dukungan dari ulama menjadi motivasi kuat bagi pemerintah dalam menjalin kerja sama internasional demi menciptakan perdamaian dunia. Pemerintah, katanya, akan terus mendorong diplomasi berbasis dialog di berbagai forum global sebagai upaya mencari solusi atas tantangan internasional yang dihadapi bersama.
“Dukungan dari Majelis Ulama terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam forum-forum internasional menjalin dialog antara berbagai bangsa untuk menciptakan penyelesaian persoalan internasional yang kita hadapi,” ujar Menag.