Sandi Uno: Ekonomi Hijau RI Jadi Mesin Baru – Investasi Tembus US$ 1 T

Sandi Uno: Ekonomi Hijau RI Jadi Mesin Baru, Investasi Tembus US$ 1 T

Dalam sebuah wawancara di Jakarta, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia menekankan bahwa sumber daya alam dan biodiversitas negara ini menjadi aset utama yang bisa dikembangkan dalam bidang ekonomi hijau.

Perkembangan Investasi Hijau di Dunia

Menurut Sandi, tren global terhadap ekonomi hijau sedang berubah. Dulu, fokus hanya pada ESG atau net zero, kini sudah menjadi bagian yang lebih umum dalam berbagai sektor. Bahkan, nilai investasi di bidang ini mencapai US$ 1 triliun per tahun, yang menurutnya mencerminkan pergeseran signifikan.

“Jadi ini equal hampir sama dengan size ekonomi kita sudah mulai mainstream,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa karbon menjadi modal kunci dalam mencapai keberlanjutan, kemudian skalabilitas, dan akhirnya profitabilitas. Di Indonesia, pasar karbon semakin menunjukkan peningkatan, dengan banyak pengusaha yang melihat peluang besar di bidang ini.

Kolaborasi dengan MUTU

Sandi juga menyatakan akan segera bergabung dengan emiten layanan jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, yaitu PT. Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU). Meski belum bisa memberikan detail posisi yang akan diambil, ia menyebut prosesnya sudah mendekati selesai.

“Ini lagi finalisasi, jadi kita belum bisa memberikan detail, tapi sudah semakin mendekat,” ujarnya.

Alasan Sandi memilih bergabung dengan MUTU adalah karena perusahaan tersebut mulai fokus pada sektor energi hijau. Ia berharap bisa menciptakan sinergi dan kerja sama yang lebih erat untuk mendorong ekosistem hijau.

Dalam rangka memperkuat keterlibatan di bidang ini, Sandi menyebut industri energi hijau adalah salah satu portofolio investasi yang diprioritaskan di Saratoga. Ia optimis bahwa masa depan sektor ini akan cerah dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *