Key Discussion: Program Magang Hub Bakal Dibuka Lagi, Perusahaan Kebagian ‘Bonus’

Program Magang Pemerintah Kembali Dibuka, Perusahaan Dapat Manfaatkan Kesempatan

Jakarta – Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpanjang program magang yang ditujukan kepada lulusan baru atau fresh graduate, dengan durasi 6 bulan. Program ini berupa bagian dari paket insentif ekonomi yang telah dibuka sebelumnya bagi 20.000 lulusan pada awal Oktober 2025. Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan bahwa kebijakan ini dibuat sebagai respons terhadap perubahan tajam dalam struktur pekerjaan.

Peluang untuk Sektor Padat Karya

Susi menjelaskan bahwa selain magang, pemerintah juga telah menyusun berbagai skema insentif khusus, terutama untuk bidang-bidang yang dianggap padat karya. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mendorong industri yang mampu memanfaatkan kapasitas kelas menengah sebagai motor pertumbuhan ekonomi. “Kita sudah merancang berbagai insentif untuk industri-industri yang berpotensi menciptakan lapangan kerja banyak, serta sektor-sektor yang bisa menggerakkan daya beli kelas menengah,” ujarnya.

“Jadi, itu semua sudah ada dalam rencana atau pipeline pemerintah. Memang tidak mudah, karena trennya ada disrupsi dalam pekerjaan, tapi kita tetap berupaya memberikan solusi,” imbuh Susi saat diwawancara di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Dalam laporan sebelumnya, para pengusaha mengungkapkan bahwa keadaan tenaga kerja di Indonesia memerlukan penanganan serius. Banyak lulusan yang belum bisa ditempatkan, sehingga situasi ini disebut mencapai tahap “lampu kuning”. Dalam rapat Panja RUU Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4/2026), Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menyatakan bahwa setiap kenaikan 1% pertumbuhan ekonomi hanya mampu menyerap 200.000 hingga 400.000 orang.

“Kalau pertumbuhan ekonomi kita 5%, maka hanya 2 juta orang yang berhasil menemukan pekerjaan. Sisanya, sekitar 1,5 juta orang, masih belum terserap atau belum mendapat kesempatan,” kata Bob Azam.

Bob menambahkan, industri yang padat karya mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dibandingkan sektor bermodal besar. “Jika investasi beralih ke sektor padat karya, angkanya bisa mencapai 2 juta, tapi kalau bermodal, hanya 100.000 hingga 200.000 orang,” jelasnya. Dengan adanya program magang dan insentif tambahan, pemerintah berharap mendorong lebih banyak lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *