Key Strategy: Bukan Iran, 2 Negara Asia Ini Jadi Korban Blokade Selat Hormuz Trump

Bukan Iran, 2 Negara Asia Ini Jadi Korban Blokade Selat Hormuz Trump

Langkah AS memblokir akses kapal Iran melalui Selat Hormuz telah menimbulkan efek signifikan di pasar energi global. Kebijakan ini, yang diberlakukan sejak Senin, tidak hanya menghantam Iran, tetapi juga mengganggu negara-negara besar seperti India dan Tiongkok. Selat Hormuz, sebagai jalur utama pengiriman minyak dunia, mengalami gangguan yang langsung berdampak pada negara-negara importir energi, terutama India.

India Hadapi Tekanan Pasokan yang Meningkat

India mengalami tekanan berat setelah dua sumber pasokan utamanya terganggu. Selain kehilangan aliran minyak dari Iran, negara ini juga tidak bisa lagi mengimpor minyak Rusia setelah pengecualian AS berakhir pada 11 April. Mukesh Sahdev, kepala analis minyak di X. Analysts, mengatakan kondisi ini mempersempit opsi India.

“India menghadapi tekanan pasokan yang semakin meningkat dengan hilangnya pasokan minyak Iran, ditambah tidak mendapatkan pasokan minyak Rusia,” ujarnya kepada CNBC International, Rabu (15/4/2026).

Negara ini mengimpor lebih dari 85% kebutuhan minyaknya, sekitar 5,5 juta barel per hari. Gangguan di Selat Hormuz membuat India kehilangan sekitar 3 juta barel per hari. Cadangan minyak India hanya sekitar 160 juta barel, cukup untuk 30 hari, sedangkan Tiongkok memiliki stok hingga 300 hari.

Reaksi Tiongkok atas Blokade Selat Hormuz

Di sisi lain, Tiongkok memperlihatkan kecaman terhadap kebijakan AS. Pemerintah Beijing menyebut tindakan itu sebagai langkah berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menegaskan bahwa blokade bisa merusak stabilitas kawasan.

“China percaya bahwa hanya dengan mencapai gencatan senjata komprehensif dan mengakhiri perang, kita dapat meredakan situasi di selat,” ujarnya.

Tiongkok, sebagai pembeli terbesar minyak Iran, sangat tergantung pada jalur tersebut. Penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi ke negara ini dan memengaruhi pertumbuhan ekonominya.

Kondisi Pasar Energi Global

Gangguan di Selat Hormuz memicu fluktuasi harga minyak global. Harga minyak mentah Brent turun 1% ke US$98,44 per barel, sementara WTI mengalami penurunan 2,6% menjadi US$96,48 per barel. Meski ada harapan solusi diplomatik, para analis memperingatkan bahwa pasar tetap dalam kondisi ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *