Solving Problems: Korban Jiwa Ledakan Pembangkit Listrik Terus Bertambah, Sudah 19 Orang
Korban Jiwa Ledakan Pembangkit Listrik Terus Bertambah, Sudah 19 Orang
Di India, jumlah korban yang meninggal akibat ledakan hebat di sebuah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) terus bertambah. Hingga Rabu (15/4/2026), total korban tewas mencapai 19 orang, sementara 17 lainnya masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit. Ledakan terjadi di fasilitas PLTU yang berada di distrik Sakti, negara bagian Chhattisgarh.
Kepala polisi setempat, Praful Thakur, membenarkan angka terbaru. “Jumlah korban yang tewas dalam kejadian ini sudah mencapai 19 orang, dengan 17 pasien lainnya masih dalam perawatan,” ujarnya, sebagaimana dikutip AFP.
“Saya sangat sedih atas kecelakaan yang sangat tragis ini,” kata Anil Agarwal, ketua Vedanta Resources, dalam pernyataannya. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan menyelidiki kejadian secara mendalam untuk menemukan akar masalah.
Menurut laporan media lokal, ledakan kemungkinan besar disebabkan oleh kebocoran pipa yang menyemburkan uap panas ke area kerja. Uap tersebut menjangkuti pekerja yang sedang beristirahat makan siang.
Fasilitas PLTU tersebut dikelola oleh Vedanta Limited, perusahaan tambang yang berlokasi di London. Pemerintah Chhattisgarh juga memulai penyelidikan resmi, dengan gubernur Vishnu Deo Sai berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang bersalah.
Kecelakaan industri bukan hal baru di Negeri Bollywood. Insiden serupa sering terjadi, biasanya karena standar keselamatan yang kurang diterapkan dan pengawasan yang tidak optimal. Sebagai contoh, kebakaran di pabrik kembang api bulan lalu mengakibatkan 17 korban jiwa.