Latest Program: NATO pastikan pasokan senjata AS ke Ukraina berlanjut
NATO Pastikan Pasokan Senjata AS untuk Ukraina Tetap Berjalan
Dalam konferensi pers di Berlin, Rabu (15/4), Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa pengiriman senjata dari Amerika Serikat ke Ukraina tidak terganggu oleh konflik di Timur Tengah. Menurutnya, keberlanjutan pasokan senjata menjadi prioritas, karena hal ini tidak hanya memengaruhi AS, tetapi juga berdampak pada keseluruhan Eropa.
“Aliran senjata terus berlangsung, kita harus memastikan stok persenjataan kita tetap terpenuhi. Ukraina memerlukan alat yang tepat untuk bertahan dalam pertempuran,” ujarnya.
Rutte juga menyampaikan keyakinan bahwa anggota NATO di Eropa mampu mencapai target pembelian senjata AS senilai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp257 triliun) pada akhir 2026, meski ada tekanan di wilayah Timur Tengah. “Saya optimis kita bisa memenuhi dana untuk pasokan dari AS,” tambahnya.
Program PURL Hadapi Tantangan Finansial
Pada Agustus 2025, Menteri Pertahanan Ukraina Denys Shmyhal mengungkapkan bahwa AS dan NATO mengenalkan mekanisme baru melalui inisiatif Daftar Prioritas Kebutuhan Ukraina (PURL) untuk mempercepat distribusi senjata. Namun, program ini menghadapi hambatan karena sebagian besar dana berasal dari negara-negara kecil, sehingga sulit mengajukan bantuan tambahan, kata Duta Besar Ukraina untuk NATO Alena Getmanchuk kepada Bloomberg.
Kievan menghitung bahwa kebutuhan bantuan luar negeri Ukraina mencapai 52 miliar dolar AS (sekitar Rp891 triliun) tahun ini, termasuk 15 miliar dolar AS untuk pembelian senjata dari AS. Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA