IMF Blak-blakan Soal Dolar AS & Nasib Mata Uang di Dunia

IMF Blak-blakan Soal Dolar AS & Nasib Mata Uang di Dunia

Dolar Amerika Serikat (AS) kini tengah mengalami penguatan terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah, yang dipengaruhi ketidakpastian ekonomi akibat perang Presiden AS Donald Trump dengan Iran di Timur Tengah. Namun, menurut Penasihat Ekonomi dan Direktur Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas, tren tersebut kini lebih stabil dibanding masa krisis sebelumnya, seperti yang diungkapkan dalam taklimat media IMF Spring Meetings, Rabu (15/4/2026).

Dalam sesi tersebut, Gourinchas menunjukkan bahwa apresiasi dolar AS tergolong moderat jika dibandingkan standar historis. Meski demikian, ia mengakui bahwa penguatan ini tetap menjadi indikasi kenaikan nilai tukar.

“Hal ini kita amati setelah konflik di Timur Tengah. Apresiasi dolar AS tergolong stabil, tetapi masih berdampak signifikan,” kata Gourinchas.

Ketidakpastian global dan sentimen risk-off umumnya mendorong investor mencari aset yang lebih aman. Dalam hal ini, mereka lebih memilih obligasi pemerintah AS atau instrumen serupa. Perilaku ini secara langsung memengaruhi pergerakan dolar, termasuk saat terjadi konflik antara AS-Israel dan Iran.

Data Refinitiv menunjukkan bahwa indeks dolar AS (DXY) hari ini mengalami peningkatan kecil dibanding penutupan perdagangan kemarin. Pada pukul 12.00 WIB, DXY mencapai level 98,16, sedangkan hari sebelumnya ditutup di 98,12. Level tertinggi tercatat pada 30 Maret 2026, yaitu 100,51. Pada 28 Februari 2026, saat serangan AS-Israel terhadap Iran, DXY berada di level yang serupa dengan situasi sekarang.

Lonjakan awal terjadi pada 2 Maret 2026, ketika DXY naik ke 98,38 dari posisi 97,61 pada 27 Februari 2026. Gourinchas mengingatkan bahwa meski tren penguatan dolar lebih tenang dibanding masa krisis sebelumnya, dampak inflasi dan beban utang tetap menjadi ancaman signifikan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya diversifikasi aset untuk mengurangi risiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *