Harga Batu Bara Makin Tenggelam – Pasokan Melimpah
Harga Batu Bara Terus Menurun, Pasokan Terus Bertambah
Bulan April 2026, harga batu bara global kembali mengalami penurunan. Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan hari Rabu, 15 April, ditutup di level US$ 124,95 per ton. Penurunan ini mencapai 2,6% dibandingkan hari sebelumnya. Turunnya harga batu bara melanjutkan tren penurunan sejak dua hari terakhir, dengan penurunan total mencapai 5,7%.
Faktor Penyebab Penurunan Harga
Pelemahan harga batu bara terjadi seiring penurunan harga minyak mentah, penurunan permintaan, serta akumulasi pasokan di pasar. Harga minyak turun 0,5% di hari sebelumnya, yang berdampak langsung pada batu bara sebagai komoditas substitusi. Di pelabuhan utama Tiongkok, harga batu bara termal cenderung stagnan karena permintaan masih rendah, sehingga kenaikan harga tertahan.
Keseimbangan antara pasokan yang ketat dan permintaan yang lemah menyebabkan harga batu bara domestik Tiongkok tetap stabil. Meski konsumsi listrik musiman belum membaik, sehingga utilitas dan pembeli industri tidak terlalu aktif dalam pembelian tambahan. Banyak pelaku pasar hanya memenuhi kebutuhan minimum mereka.
Perkembangan di India
Di India, harga batu bara juga turun secara mingguan. Penurunan ini dipengaruhi oleh minat beli yang tidak signifikan serta dominasi preferensi batu bara lokal karena ketersediaan yang lebih baik dan harga yang lebih kompetitif. Hal ini menjaga sentimen pasar tetap lemah.
Produksi Batu Bara di Bulan Maret 2026
Data sementara dari Kementerian Batu Bara menunjukkan produksi bulan Maret 2026 mencapai 113,67 juta ton. Angka ini setara 113,07% dari target bulanan 100,53 juta ton. Namun, produksi Maret 2026 mengalami penurunan 4,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produsen utama, Coal India Limited, mencatatkan produksi sebesar 84,46 juta ton, atau 90,34% dari target bulanannya. Singareni Collieries Company Limited menghasilkan 5,17 juta ton, sedangkan tambang captive dan produsen lainnya menyumbang 24,05 juta ton, naik 0,96% secara tahunan.
Produksi Tahunan 2025-2026
Untuk keseluruhan tahun fiskal 2025-2026, total produksi batu bara mencapai 1,04 miliar ton, turun 0,64% dibandingkan tahun fiskal 2024-2025 yang sebesar 1,047 miliar ton. Angka ini menunjukkan bahwa kinerja produksi masih terkendala meski ada peningkatan di beberapa sektor.
Para pelaku pasar kini fokus pada kemungkinan kenaikan suhu di China Selatan yang bisa meningkatkan penggunaan AC dan mendorong permintaan listrik, sehingga memengaruhi harga batu bara di beberapa minggu mendatang.