Important Visit: Tak Terduga! Alphard Bekas Kalah Sama Mobil Ini-Sulit Terjual, Kenapa?

Penjualan Mobil Bekas di Jakarta Masih Terbatas Membaik

Saat ini, pasar mobil bekas di Jakarta, khususnya di WTC Mangga Dua, belum sepenuhnya pulih dari situasi sebelum tahun 2025. Bahkan, di masa Lebaran 2026, para pedagang mengatakan volume penjualan terus menurun. Hal ini terutama terjadi pada kategori mobil mewah bekas, yang mengalami tantangan lebih besar dibandingkan segmen lainnya.

Pesaing Baru Mengancam Penjualan Alphard Bekas

Menurut Willy, seorang penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua yang ditemui CNBC Indonesia, kondisi ini terasa jelas. Ia menyebutkan bahwa meski ada sedikit peningkatan dibandingkan tahun lalu, penjualan masih tergolong lesu. “Pada dasarnya, segmen mobil mewah belum benar-benar pulih, tapi memang sedikit lebih baik dari 2025,” katanya, dikutip Kamis (16/4/2026).

“Kesulitannya ada dua. Pertama, sulit menjual mobil, dan kedua, sulit mencari mobil yang bisa dijual,” tambah Willy. Ia menjelaskan bahwa Alphard bekas menjadi contoh utama mobil yang kesulitan laris. Penyebabnya, selain harga yang terus turun, pesaing baru dari mobil listrik mewah juga mengganggu.

Mobil listrik mewah, katanya, semakin banyak beredar dengan harga jauh lebih terjangkau hingga Rp1 miliar. “Alphard jadi susah dijual karena pesaing dengan harga lebih murah sudah banyak muncul. Apalagi mobil listrik, kini banyak yang harganya di bawah Rp1 miliar,” ujarnya.

Mobil Kelas Menengah Masih Menarik Minat Pembeli

Di sisi lain, penjualan mobil bekas kelas menengah terus mengalami peningkatan. Joni, penjual mobil bekas yang ditemui CNBC Indonesia, mengatakan bahwa kategori ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. “Penjualan di kategori ini sedang membaik, mungkin karena dibantu oleh permintaan untuk mobil murah,” katanya.

“Avanza dari tahun 2013 dan 2016 masih banyak dicari. Sementara Avanza 2019 juga tetap laku, terutama yang menggunakan penggerak roda belakang. Innova lama dan Innova Reborn pun masih menarik pembeli,” imbuh Joni. Ia juga menyoroti model LCGC seperti Honda Brio, Toyota Agya, dan Toyota Calya yang tetap diminati.

Segmen LCGC, menurut Joni, masih cukup baik. “Mobil LCGC tetap lumayan laris, terutama Agya yang penjualannya stabil,” ujarnya. Meski demikian, kondisi pasar tetap berbeda antar-kategori, dengan segmen mewah menjadi yang paling terpuruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *