Media: Iran diduga gunakan satelit China untuk menargetkan basis AS
Media: Iran Diduga Gunakan Satelit China untuk Menargetkan Basis AS
Istanbul, pada hari Rabu (15/4), dilaporkan bahwa Iran diduga memanfaatkan satelit pengintai dari Tiongkok untuk mengawasi lokasi militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Timur Tengah. Klaim ini disampaikan oleh surat kabar Inggris Financial Times, yang menyebut laporan tersebut didasarkan pada dokumen militer bocor, citra satelit, serta analisis orbit.
Dilaporkan bahwa satelit TEE-01B, yang diproduksi oleh perusahaan berbasis di Tiongkok, Earth Eye, dan diluncurkan ke luar angkasa akhir 2024, diduga dibeli oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak lama setelah diluncurkan. Analisis orbit menunjukkan satelit ini ditempatkan di atas pangkalan militer AS selama serangan drone dan rudal berlangsung. Citra satelit dengan resolusi sekitar setengah meter dicatat tepat sebelum dan sesudah insiden tersebut, menunjukkan kemungkinan penggunaan satelit untuk membantu arahan serangan.
“Satelit tersebut mampu menghasilkan gambar dengan detail tinggi, memungkinkan pengawasan terhadap fasilitas militer AS di Arab Saudi, Yordania, Bahrain, dan Irak,” tulis laporan Financial Times.
Dalam laporan itu, juga disebutkan bahwa Iran telah memperoleh izin untuk menggunakan stasiun bumi milik perusahaan Tiongkok, Emposat, sehingga memperluas akses data satelit dari wilayah Asia hingga Amerika Latin. Para ahli menyatakan hal ini sebagai kemajuan signifikan dalam kemampuan intelijen militer Iran, dan menganggap transfer teknologi dalam skala besar kecil kemungkinan terjadi tanpa persetujuan Beijing.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan penerapan tarif 50 persen terhadap negara-negara yang memberikan dukungan militer kepada Iran. Keputusan ini dianggap sebagai respons terhadap dugaan kolaborasi teknologi antara Iran dan Tiongkok dalam operasi militer.