Key Strategy: Efisiensi BBM, TNI AL gunakan drone dan KSOT untuk patroli laut
EFISIENSI BBM, TNI AL MANFAATKAN DRONE DAN KSOT UNTUK PATROLI LAUT
Jakarta – Dalam upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa institusinya akan menggantungkan lebih banyak pada drone dan kapal selam otonomus (KSOT) dalam tugas patroli laut. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi kapal-kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang biasa melakukan pengawasan di perairan Indonesia. “Kedepannya, kita akan lebih mengandalkan drone karena keunggulannya dalam efektivitas dan efisiensi,” jelas Ali saat jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI UNTUK KONSERVASI BBM
Ali menekankan dukungan pemerintah terhadap penghematan bahan bakar minyak. Ia juga berupaya memastikan penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) tidak terganggu meskipun ada kebijakan efisiensi. “Kita ingin memaksimalkan alutsista berbasis listrik, seperti drone dan KSOT, untuk menjaga kawasan laut Indonesia,” tambahnya.
PERALIHAN KE B50 SEBAGAI BAHAN BAKAR KRI
Menurut Ali, TNI AL akan mengadopsi bahan bakar B50 sebagai pengganti untuk KRI. “Peralihan ke B50 akan dilakukan bertahap,” ujarnya. Bahan bakar B50 merupakan campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak kelapa sawit (CPO), yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada minyak mentah. Dalam sementara ini, kapal-kapal masih menggunakan B35 sebagai bahan bakar utama.
“Penggunaan B50 tidak akan mengurangi intensitas patroli laut, karena kita tetap menjaga operasional kapal dengan mobilitas tinggi,” kata Ali.
Dengan pendekatan ini, TNI AL berkomitmen untuk menjaga efektivitas tugas patroli laut sambil mengurangi konsumsi BBM. Penggunaan drone dan KSOT diprediksi akan memberikan solusi inovatif untuk efisiensi sumber daya, seiring dengan pergeseran ke bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.