Key Strategy: KPKP Jaksel musnahkan ikan sapu-sapu dengan dibelah dan dikubur
KPKP Jaksel Musnahkan Ikan Sapu-Sapu dengan Dibelah dan Dikubur
Jakarta, Kamis – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan mengambil tindakan pembersihan terhadap ikan sapu-sapu dengan metode dibelah dua lalu dikubur di titik yang telah ditentukan. Langkah ini dilakukan sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
“Setelah ikan sapu-sapu berhasil ditangkap, mereka akan dihancurkan secara fisik dengan dibelah dua dan dibuang ke tempat yang sudah kami siapkan,” ujar Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jaksel, Arief Prakoso, kepada media.
Proses penangkapan dilakukan mulai dari titik masuk air hingga kawasan pertigaan di sekitar Kali Tengah. Ikan sapu-sapu yang dikumpulkan kemudian dimusnahkan langsung di lokasi penangkapan. Upaya ini bertujuan mengendalikan jumlah populasi ikan tersebut yang dianggap merusak lingkungan.
Operasi Serentak di Lima Wilayah Jakarta
Menurut Arief, kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu juga dijadwalkan berlangsung bersamaan di lima kawasan Jakarta pada Jumat mendatang. Di wilayah Jaksel, operasi dilaksanakan di saluran Phb Setu Babakan sebagai bagian dari upaya menyeluruh.
Kolaborasi Lintas Unit Kerja
Proses pemusnahan melibatkan kerja sama antara beberapa institusi, seperti Pusat Produksi, Inspeksi, dan Sertifikasi Hasil Perikanan, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta Badan Air. Pihak kelurahan, kecamatan, dan tim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) juga turut terlibat dalam operasi ini.
Sebanyak hampir 100 personel akan diterjunkan untuk menunjang kegiatan tersebut. Wali Kota Jaksel, Muhammad Anwar, berencana hadir langsung guna mengawasi pelaksanaannya.
Menghadapi Musim Hujan
Upaya pemerintah ini sekaligus memperbaiki kondisi saluran air, termasuk penggalian lumpur dan pembersihan sungai. Tindakan ini menjadi persiapan menghadapi musim hujan yang diprediksi terjadi pada September 2026.
Dalam konteks ekosistem, ikan sapu-sapu diketahui dapat merusak tanggul serta mengonsumsi ikan lain dan telur-telur mereka. Dengan demikian, keberadaan ikan tersebut perlu dikontrol agar tidak mengganggu kehidupan perairan.