Official Announcement: Kemlu tindaklanjuti sinyal positif Iran soal 2 kapal tanker Pertamina

Kemlu Tindaklanjuti Sinyal Positif Iran Soal 2 Kapal Tanker Pertamina

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengambil langkah untuk mempercepat pembebasan dua kapal tanker Pertamina yang terjebak di Teluk Persia akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Angkatan Bersenjata Iran dan Kemlu Iran, untuk mengupayakan kelancaran perjalanan kedua kapal tersebut.

“Kemlu RI terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak, termasuk Angkatan Bersenjata Iran dan Kemlu Iran, untuk menindaklanjuti sinyal positif yang telah disampaikan pemerintah Iran terkait kapal Pertamina,” kata Nabyl.

Langkah tindak lanjut mencakup pemantauan kondisi kapal serta penyiapan aspek teknis agar kedua tanker dapat beroperasi tanpa hambatan setelah mendapat izin. Menurut Nabyl, persiapan teknis yang menjadi fokus antara lain persiapan awak kapal dan keberadaan asuransi perjalanan laut.

Nabyl menambahkan bahwa Indonesia terus menekankan perlunya menjaga Selat Hormuz sebagai wilayah yang aman, terbuka, dan ramah bagi perjalanan internasional sesuai prinsip hukum internasional. Pihak Indonesia juga menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal niaga dan mengingatkan bahwa keselamatan pelaut harus menjadi prioritas utama dalam setiap konflik.

Sementara itu, Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan bahwa masalah izin lintas udara yang diajukan Amerika Serikat tidak mengganggu proses negosiasi dengan Iran. “Proses negosiasi tetap berlangsung, dan pihak Indonesia menantikan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme pemberian izin dari Iran,” ujar Yvonne.

Maret lalu, Kemlu RI sudah memastikan adanya respons positif dari Iran terhadap permintaan Indonesia agar dua kapal Pertamina dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz. “Telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl mengenai hasil koordinasi intensif yang dilakukan Indonesia dengan semua pihak terkait di Iran.

Menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder, per Sabtu sore, kedua kapal tanker Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia. Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi; sementara kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *