Key Discussion: Pemkot Makassar perkuat mitigasi hadapi fenomena El Nino

Pemkot Makassar Intensifkan Upaya Mitigasi Hadapi Fenomena El Nino

Makassar, Sulawesi Selatan, sedang mengambil langkah-langkah serius untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem yang diperkirakan terjadi di pertengahan tahun 2026. Fenomena El Nino menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca tersebut. Dalam rapat koordinasi, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi keharusan, bukan sekadar pilihan.

El Nino Dapat Memicu Berbagai Dampak Serius

El Nino diperkirakan menyebabkan kekeringan yang berlangsung lama dan penurunan curah hujan drastis, sekaligus mengancam ketahanan pangan serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, kata Munafri. Ia menekankan bahwa dampak dari fenomena ini bisa meluas hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari warga.

“El Nino bisa mengakibatkan kekeringan berkepanjangan, penurunan hujan drastis, dan bahkan mengganggu ketahanan pangan serta berpotensi meningkatkan risiko kesehatan,” ujarnya.

Dalam upaya memastikan respons yang cepat dan terpadu, Munafri memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh jajaran pemerintahan. Fokus utama adalah menyusun strategi konkret, terutama dalam menghadapi krisis air yang diakibatkan oleh perubahan iklim ekstrem. Ia menekankan pentingnya kerja sama antar OPD dan jajaran camat.

Pemkot Makassar Serahkan Komando ke BPBD

Munafri menegaskan bahwa BPBD akan menjadi pusat pengendalian utama dalam menghadapi krisis, khususnya terkait distribusi air bersih. “Semua proses harus dijalankan dengan koordinasi BPBD, baik dalam persiapan maupun eksekusi,” katanya.

“Saya akan mengawasi langsung pelaksanaan teknis, jangan hanya merencanakan tetapi saat tindakan perlu. Ini menjadi tanggung jawab utama BPBD,” tutur Munafri.

Dalam rencana kerja, perangkat daerah diwajibkan merancang skenario yang terukur dan mudah diterapkan, mulai dari sumber air hingga mekanisme pengiriman ke masyarakat. Munafri meminta semua OPD untuk memastikan sistem komunikasi dan kerja sama berjalan efektif.

Risiko Kenaikan Penyakit dan Konflik Sosial

Munafri mengingatkan bahwa krisis air bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga berdampak luas, seperti meningkatkan risiko penyakit menular, mengganggu kegiatan pendidikan, dan menciptakan konflik sosial. “Jika layanan PDAM tidak stabil, masyarakat bisa terganggu dalam kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

“Harus dipikirkan dampaknya, penyakit bisa meningkat, aktivitas di sekolah dan rumah sakit terganggu, maka semua OPD dan camat harus antisipasi,” kata dia.

Sebagai langkah antisipatif, Munafri meminta jajaran pemerintahan melakukan simulasi detail di setiap kecamatan. Simulasi ini mencakup perhitungan jaringan distribusi, armada yang diperlukan, titik penyaluran, serta cara penyimpanan air di tengah keterbatasan infrastruktur warga. Ia menekankan bahwa simulasi harus mencakup data yang spesifik, seperti durasi waktu air sampai dan siapa yang bertugas menyalurkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *