New Policy: Dalam 7 Tahun 4.500-an Unit Bisnis Konveksi Bertumbangan, Ini Awalnya

Dalam 7 Tahun Lebih dari 4.500 Unit Bisnis Konveksi Bertumbangan, Ini Awalnya

Sejak 2019, industri konveksi kecil dan menengah di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. Namun, dalam dua tahun terakhir, ada indikasi perbaikan. Nandi Herdiaman, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB), menyatakan bahwa jumlah usaha konveksi saat ini hanya sekitar 30% dari jumlah sebelumnya, yaitu sekitar 3.000 hingga 3.500 unit.

“Kalau sekarang itu kemarin tinggal 30% ya dari 8.000, sekitar 3.000-an, 3.000-3.500 lah,” ujar Nandi Herdiaman kepada CNBC Indonesia, Kamis (16/4/2026).

Tren penurunan tersebut tidak terjadi secara mendadak. Jumlah konveksi sempat berkurang drastis selama beberapa tahun terakhir. Perbedaan kondisi ini sangat kontras dengan masa sebelum pandemi, di mana jumlah usaha konveksi masih tinggi. “Sebelum Lebaran itu masih 8.000, itu sekitar 2019 sebelum pandemi,” tambahnya.

Pandemi menjadi titik awal penurunan besar-besaran. Nandi menjelaskan bahwa dalam masa pandemi, jumlah bisnis konveksi turun hingga 40%. Di tahun 2022, 2023, dan 2024, penurunan terus berlanjut hingga mencapai sekitar 30% karena adanya impor ilegal yang membanjir.

“Pandemi itu turun sampai 40%, kemudian 2022, 2023, 2024 turun lagi jadi sekitar 30% karena banyak impor ilegal,” jelas Nandi.

Permintaan yang melemah selama pandemi diperparah oleh produk impor murah. Namun, pada 2025, kondisi mulai berubah. Nandi mengatakan bahwa jumlah pelaku usaha mulai meningkat, meski masih terbatas. “2025 ke 2026 itu sudah mulai naik lah sekitar 5%,” katanya.

Perbaikan di sektor ini didorong oleh peningkatan pengawasan terhadap impor. “Betul, karena impornya agak lebih diperketat,” tambah Nandi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemulihan kini sangat bergantung pada kebijakan yang memperkuat pasar dalam negeri. “Kalau market-nya dijaga, kami pasti tumbuh kembali,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *